ADA ASA JELANG DETIK PENYEMATAN PURNA BAKTI MIQ BAYU

Zulkiflimansyah menitip asa jelang detik penyematan tanda purna bakti 'kabinetnya'.
ADA ASA JELANG DETIK PENYEMATAN PURNA BAKTI MIQ BAYU
Lalu Gita Aryadi, Zulkiflimansyah dan Lalu Bayu Windya dalam suasana penuh akrab

MATARAM-Ada satu tanda hormat Gubernur NTB, Dr Zulkiflimansyah, kepada jajarannya yang mungkin tidak dilakukan pemimpin lain. Zulkiflimansyah menitip asa jelang detik penyematan tanda purna bakti 'kabinetnya'.

Adalah Lalu Bayu Windya, yang dilepas Dr Zul--sapaan Zulkiflimansyah, setelah memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Pelepasan penuh haru sebagai tanda hormat atas dedikasi dan pengabdian Miq Bayu--begitu panggilan akrab Lalu Bayu Windya. Mengatasnamakan pimpinan daerah dan mewakili pemerintah secara nasional, Dr Zul menyampaikan rasa terimakasih mendalam kepada Miq Bayu yang telah banyak berbuat untuk daerah, bangsa dan negara ini.

"Kami atas nama pemerintah daerah sadar betul bahwa kita akan kehilangan sosok yang hangat dan sederhana," kata Doktor Zul, didampingi ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Untuk itu, lanjut Zul, dedikasi dan pengalaman Miq Bayu, masih dibutuhkan. Apalagi peran Miq Bayu sebagai tokoh masyarakat di Pulau Lombok masih akan dijadikan panutan. "Jadi abang, jangan jauh-jauh dari kita lay, bila ada hal-hal yang dibutuhkan oleh daerah, bisa kita mintakan bantuannya," harap gubernur meminta.

Menurut gubernur, seorang pimpinan yang dilepas dengan rasa haru, penuh kehangatan dan semua orang merasa kehilangan adalah sosok pemimpin yang dicintai. Beruntung Lalu Bayu Windya dikenal sebagai sosok pemimpin yang disenangi banyak orang. Karena disenangi banyak orang jadi akan selalu dikenang akan budi baiknya.

"Tapi, memamg betul yang disampaikan Miq Gita diawal membuka acara tadi,  ada kalimat pendek yang menentramkan, bahwa semuanya akan berlalu," ujar Dr Zul dengan suara merendah.

Jadi kelihatan sederhana, lanjutnya, tapi maknanya sangat dalam. Ia memaknai bahwa setiap orang yang mendapat jabatan, dapat posisi, baik itu kepala dinas, sekda atau gubernur, jangan mensikapinya secara berlebihan. Karena setelah masanya, suatu saat akan berlalu. Begitu juga dalam posisi kehidupan ini. Ada siang pasti ada malam, ada suka pasti ada duka. Indahnya hidup dan kehidupan, karena mampu dimaknai bahwa segala sesuatu itu akan berlalu.

Sepenggal kalimat untuk melepas purna bakti Miq Bayu, Every Ending is a New Begining, Setiap Akhir merupakan Awal yang baru. "Saya setuju dengan kalimat ini," ucap gubernur.

Sementara itu, Lalu Bayu Widya, mengapresiasi atas kehangatan dan keakraban untuk melepas masa baktinya. Diceritakannya bahwa pengalaman menjadi abdi negara sudah dilaluinya di daerah, sejak di Kabupaten Dompu hingga kembali ke Pulau Lombok. "Banyak pengalaman dan cerita kehidupan yang menyertainya bersama beberapa kepala OPD sejak awal menjadi PNS," sebutnya terharu, didampingi Istri Hj. Dedeh.

Ia juga menyampaikan ucapakan terima kasih atas keakraban, kehangatan dan komunikasi yang baik selama bersama Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah. "Pak Gubernur ini merakyat, tidak ada sekat kepada semua orang," pujinya.

Pria yang memiliki senyum khas dan terkenal akrab dengan semua orang ini, juga mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada rekan-rekan kepala OPD yang telah bersamanya selama ini.

Diakhir acara, Gubernur memberikan tanda penghargaan berupa cindera mata dari Pemrov. NTB dan kepala OPD kepada Miq Bayu. Kegiatan yang dipandu Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si ini juga sempat memutar video pendek perjalanan karir Miq Bayu, dan buka puasa bersama dengan penuh kehangatan dengan semua Assisten Setda, Kepala Biro, kepala OPD lingkup Pemrov. NTB. (tim)