BEGINI KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DI TANAH 'BUMI GORA'

Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2020 masuk dalam katagori baik. Jika dikurs-kan dalam sebuah angka, kondisi lingkungan hidup NTB

BEGINI KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DI TANAH 'BUMI GORA'
Wagub NTB, Sitti Rohmi Djalilah, usai menerima audiensi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi

MATARAM-Kondisi lingkungan disejumlah wilayah di Indonesia sungguh memperihatinkan. Selain karena sampah, kondisi lingkungan yang tidak sehat juga disebabkan oleh limbah hingga pembalakan liar. Lingkungan hidup di NTB bisa saja rusak jika tidak dijaga semua pihak. Sampai saat ini, bagaimana dengan kondisi lingkungan hidup di tanah bumi gora ini?

Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2020 masuk dalam katagori baik. Jika dikurs-kan dalam sebuah angka, kondisi lingkungan hidup NTB berada di angka 70,83 point. Meski tergolong lebih baik, capaian IKLH NTB hanya unggul tipis dari capaian IKLH nasional di angka 70,27 point. IKLH merupakan gambaran kondisi lingkungan hidup yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dibidang pengelolaan lingkungan hidup.

"Capian IKLH dengan kriteria baik untuk NTB, harus menjadi motivasi pendorong agar program berbasis lingkungan harus lebih baik lagi kedepan," kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, usai menerima audiensi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara terkait penetapan target IKLH Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2021-2024, Rabu (28/4) di aula pendopo wagub.

Parameter perhitungan nilai IKLH, lanjutnya, diukur berdasarkan sistem pengelolaan lingkungan hidup di daerah menyangkut kualitas air, udara, hutan dan laut. Sehingga, program NTB Zero Waste,  NTB Hijau dan lestari dapat mendukung capaian ini. Namun pekerjaan rumah daerah masih banyak yang harus diselesaikan terutama soal pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

"Persoalan sampah bukan hanya buang pada tempatnya, kemudian diangkut ke TPA hingga selesai, bukan itu. Tapi bagaimana mengelola sampah ini dengan baik dan memiliki dampak ekonomi. Sampah menjadi berkah, bila dipilih dan dipilah untuk dijadikan pupuk kompos dan bisa dikelola oleh bank sampah, " jelas wagub yang disapa Ummi Rohmi.

Wagub Rohmi menekankan, sinergi dan support mewujudkan pengelolaan sampah maupun lingkungan ini juga butuh perhatian pemerintah pusat. Begitupun kerjasama dan kolaborasi dengan pemda kabupaten/kota sangat diperlukan. Kami harap jajaran Kementerian LHK terus melakukan pendampingan dan bimbingan di level masyarakat bawah, baik dalam dukungan biaya, lingkungan dan peningkatan kualitas SDM. "Sinergi dan kolaborasi serta bimbingan dari Kementerian LHK harus terus ada, karena dukungan itu perlu untuk mencapai keberhasilan program di daerah," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara (Nusra), Ni Nyoman Santi, menyampaikan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di NTB mendapatkan angka yang cukup bagus. "Bahkan untuk tahun 2020 sudah berada di atas target nasional," kata alumni ITS Surabaya ini.

Menurutnya, IKLH ini terdiri dari gabungan indeks pada masing-masing kabupaten/kota. Jadi provinsi sudah mendorong dan melakukan pembinaan sehingga angka-angka itu bisa tercapai.

Dijelaskannya, bahwa perhitungan IKLH berasal dari penggabungan 4 indikator komponen lingkungan, yaitu Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas  Lahan (IKL) dan Indeks Kualitas Air Laut ( IKAL ).

Berdasarkan data dari Ditjen PPKL dan Pusdatin KLHK bahwa, dalam 5 tahun terakhir capian angka IKLH Prov. NTB terus naik. Tahun 2020, IKA nilainya 50. 98, IKU 88.63, IKTL 66.74, IKAL 67.49 sehingga total 70.83 point. Sedangkan angka nasional sebesar 70.27 dan angka target nasional sebesar 68.71 poin.

"Kami dari P3E Bali Nusra  mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras yang dilakukan sehingga IKLH secara nasional dapat tercapai karena peranan yang besar dari Provinsi NTB," tutup wanita yang juga satu alumni dan jurusan dengan Wagub.

Menanggapi capaian tersebut, Kadis LHK Provinsi NTB, Madani Mukarom, mengatakan capaian dan penilaian ini langsung dilakukan oleh pemerintah pusat. "Kami tidak tinggal diam saja dengan capian ini, targetnya IKLH kedepan harus lebih baik lagi," kata kang Dani sapaannya.

Pihaknya akan terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan KLHK RI dan Kabupaten Kota sebagai pemilik wilayah langsung di daerah, lanjutnya.

Diakuinya, peran dan dorongan pemimpin daerah NTB untuk terus mengikhtiarkan kesuksesan program Zero Waste, NTB Asri dan Hijau di NTB, ikut mengukuhkan pencapaian ini. Baik, dalam pengelolaan sampah, mengembalikan fungsi hutan dan lingkungan lainnya. "Ini penting dilakukan dalam merawat alam dan lingkungan kita, sehingga IKLH akan semakin baik kedepan, demi lingkungan yang baik untuk masyarakat NTB," tutup Kadis LHK ini. (tim)