HARGA TURUN, IMPOR KURMA NAIK

Harga kurma di Timur Tengah turun signifikan sejak pandemi covid-19 melanda dunia
HARGA TURUN, IMPOR KURMA NAIK
Kurma impor dari Timur Tengah di kalangan pengecer

MATARAM-Harga kurma di Timur Tengah turun signifikan sejak pandemi covid-19 melanda dunia. Harga kurma di Arab Saudi menyusul kebijakan menutup sementara jamaah yang akan umroh dan haji.

Catatan Badan Pusat Statistik menunjukkan permintaan kurma di tanah air masih tinggi. Sejak Januari impor kurma dari Timur Tengah terus meningkat. Peningkatan permintaan kurma ke Indonesia meningkat signifikan. Di bulan Januari saja naik dari 10,9 juta dolar Amerika menjadi 11,7 juta dolar Amerika. Terlebih sejak memasuki bulan Ramadhan permintaan masih cukup tinggi.

Salah seorang importir kurma, Mujiburrahman, mengakui harga kurma mengalami penurunan signifikan di Arab Saudi karena tidak ada jamaah haji dan umroh. "Karena murah banyak yang beli. Stok kurma saya aj sekarang sampai 10 ton," terang Mujib.

Kurma yang paling diminati di Indonesia jenis kurma bam. Menurut Mujib, permintaan kurma cukup banyak tetapi pihaknya kesulitan mendatangkan lebih banyak dari biasanya. Pihaknya hanya bisa mendatangkab empat kontainer dari biasanya 6-7 kontainer. Mujib mengaku kekurangan modal usaha sejak pandemi melanda.

Di tingkat pengecer, harga jual kurma masih cukup tinggi. Kadang cenderung naik jika dibandingkan dengan harga jual kurma di musim Ramadahan tahun lalu. Masa pandemi covid-19 semakin membuat warga kreatif untuk bertahan hidup. Salah satunya dengan menjual cukup mahal barang yang murah. Untuk kurma ukuran satu mika sebelumnya dijual senilai 10 ribu rupiah kini menjadi 15 ribu rupiah. "Sebenarnya tergantung jenis kurmanya," ujar salah seorang pedagang kurma di Ampenan. (03)