INDONESIA WASPADA GELOMBANG TSUNAMI COVID-19

Presiden RI, Joko Widodo, langsung menginstruksikan ke seluruh jajarannya dan pemerintah daerah agar Indonesia waspada gelombang tsunami covid.
INDONESIA WASPADA GELOMBANG TSUNAMI COVID-19
Suasana festival Kumbh Mela memicu gelombang tsunami

JAKARTA-Pemerintah Indonesia teperanjat dengan munculnya gelombang tsunami covid-19 di India. Presiden RI, Joko Widodo, langsung menginstruksikan ke seluruh jajarannya dan pemerintah daerah agar Indonesia waspada gelombang tsunami covid.

"Hati-hati. Ingat dan waspada. Tidak boleh lengah. Tidak boleh menyepelekan. Jangan sampai situasi sekarang jadi tambah buruk," Jokowi mengingatkan munculnya tsunami covid-19.

Senada dengan instruksi Jokowi, juru bicara satgas penanganan covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan sukses vaksinasi tidak menjamin bisa terhindar dari virus covid-19 jika abai protokol kesehatan. Menurut Wiku meskipun vaksinasi memiliki manfaat membentuk kekebalan tubuh tidak senantiasa mencegah kondisi berat atau kritis covid saat terinveksi. "Penyebabnya ada dua alasan, mutasi baru (sudah masuk juga ke Indonesia) dan abai protokol kesehatan," papar Wiku.

Negara India diberi label sukses menjalani program vaksinasi covid-19 dan dinyatakan normal (hert imunity) di tengah pandemi. Namun, pasca perayaan festival mandi bersama di sungai Nil (kumbh mela) 10-14 April lalu, India justru dilanda gelombang tsunami covid. Sekitar 1.600 warga India tewas dalam sehari terpapar covid. Pemicunya, warga India abai prokes setelah dinyatakan sukses menjalani vaksinasi. Selain abai prokes, varian baru atau mutasi covid-19 tidak ditangani dengan cepat pemerintah India.

Apa yang bisa dipelajari Indonesia dari kasus di India? Karena apa yang terjadi di India bisa saja melanda Indonesia. Salah satunya jika abai protokol kesehatan. Lengah setelah program vaksinasi sukses. Penerapan 3M harus berjalan seiringan setelah vaksinasi.

Kekhawatiran akan munculnya tsunami covid di Indonesi, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengendalikan covid-19. Salah satunya dikeluarkannya larangan mudik, perketat prokes di berbagai tempat publik dan destinasi wisata. Termasuk mengurangi masa libur cuti bersama di tengah hari besar nasional dan hari besar agama. (tim)