KORBAN BENCANA NTT JADI 177 MENINGGAL 45 HILANG

KUPANG-Pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Lembata-NTT, gagal ditemukan akibat....

KORBAN BENCANA NTT JADI 177 MENINGGAL 45 HILANG
Presiden RI, Joko Widodo

KUPANG-Pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Lembata-NTT, gagal ditemukan akibat kondisi alam dan cuaca buruk. Korban bencana akibat siklon saroja di NTT menjadi 177 orang meninggal. 45 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim BPBD.

Distribusi bantuan bagi korban bencana alam akibat badai siklon saroja di NTt terus mengalir. Pendistribusian dilakukan menggunakan helikoptet dan kapal laut. Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, menyampaikan tim penanggulangan bencana, dibantu aparat dari TNI-Polri, masih terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah terisolir. "Wilayah terisolir di Alor akan kami coba jangkau menggunakan speedboat," terang Viktor kepada wartawan.

Pencarian korban hilang tertimbun longsor, menurut data BPBD, sampai saat masih berjumlah 45 orang. Petugas BPBD setempat dibantu aparat berencana mengerahkan anjing pelacak untuk mempercepat pencarian korban hilanag. Hingga saat ini tercatat 177 orang dinyatakan meninggal dunia akibat badai siklon saroja di NTT. Badai ini menyebabkan terjadinya angin kencang, tanah longsor dan banjir bandang.

Pagi ini, tim pencarian korban hilang akan dilanjutkan. Petugas akan mengerahkan anjing pelacak, alat berat dan dibantu warga setempat. Tim pencarian berharap selama melakukan proses pencarian dan evakuasi, tidak ada kendala berarti. "Kita harapakan seluruh korban hilang bisa segera kita temukan," tambah Viktor berharap.

Presiden RI Joko Widodo, saat turun langsung ke lokasi bencana sempat menangis. Jokowi bahkan sempat menangis kemudian menjadi viral, karena prihatin dengan kondisi korban bencana NTT. Jokowi minta segera merelokasi pemukiman warga yang rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. (tim)