MENCARI TITIK TEMU POLEMIK TMII

Sistem kelola dan manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) masih menyisakan polemik
MENCARI TITIK TEMU POLEMIK TMII
Foto : Pemerhati dan Pengamat Pariwisata Nasional

MATARAM-Sistem kelola dan manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) masih menyisakan polemik di kalangan pengamat pariwisata. Pengamat dan pemerhati pariwisata nasional, Taufan Rahmadi, turut memberi komentar seputar TMII yang masih menjadi polemik panjang ini.

Taufan Rahmadi, dalam wawancaranya mengatakan, permasalahan pengelolaan destinasi wisata seperti TMII bukan melihat pada dikelola siapa dan bagaimana. Entah itu, lembaga, yayasan atau bukan. TR (sapaan akrab mantan Ketua BPPD NTB ini), mengingatkan permasalahan pengelolaan destinasi wisata, bagus atau tidak bertolak pada bagaimana manajemen secara profesional mengelola destinasi wisatanya.
"Bicara pariwisata tidak terlepas juga tentang bicara industrinya. TMII adalah salah satu wahana yang saya pikir pendekatannya juga secara industri. Artinya manajemennya harus profesional karena di situ mengundang wisatawan-wisatawan baik domestik atau mancanegara," kata Taufan dalam wawancaranya.

Menurut TR, TMII punya modal kuat untuk kembali besar di era sekarang. Apalagi di masa pandemi COVID-19 saat ini. TMII harus mencari talenta-talenta pengelola destinasi wisata yang profesional dan cekatan. TMII harus mulai melirik konsep wisata pendidikan dan teknologi. Sebab, nilai sejarah yang kuat sebagai destinasi wisata sudah dimiliki TMII.

TR menyampaikan urun rembuk perihal sistem kelola TMII. "Ciptakan atraksi-atraksi yang merupakan gabungan pilihan dari sejarah, pendidikan dan masa depan. Itu hal yang perlu untuk ditingkatkan jika berbicara mengenai destinasi seperti TMII ini," pungkasnya.

TR minta menyudahi polemik berkepanjangan TMII ini. Baginya siapapun yang mengelola destinasi kebanggaan Indonesia ini yang terpenting dikelola secara profesional dan tidak dijadikan ladang korupsi. (tim)