MoU ZONA INTEGRITAS MENUJU NTB ZERO NARKOBA

Gagasan menjadikan NTB bebas narkoba ini tertuang dalam penandatanganan MoU (memorandum of understanding) zona integritas
MoU ZONA INTEGRITAS MENUJU NTB ZERO NARKOBA
Suasana penandatanganan MoU disaksikan Kapolda NTB Muhammad Iqbal

MATARAM-Ditresnarkoba Polda NTB menempuh langkah maju dengan menggandeng sejumlah steakholder menuju NTB zero narkoba. Gagasan menjadikan NTB bebas narkoba ini tertuang dalam penandatanganan MoU (memorandum of understanding) zona integritas berbagai kelompok masyarakat, pemerhati, korban dan penyalahguna narkoba.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal, sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh Diresnarkoba, Kompol Helmy Kwarta Kusuma Putra. "Gagasan ini tentu tidak bisa berhenti sampai penandatanganan zona integritas saja. Yang lebih susah adalah aplikasinya di lapangan. Saya sangat mendukung adik saya ini menjadikan NTB zero narkoba," tegas Muhammad Iqbal di lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Kamis (22/4).

Masalah narkoba ini, lanjut Kapolda, tidak bisa selesai dengan menggandeng satu entitas saja. Narkoba ini menjadi musuh yang paling besar. Narkoba ini menjadi momok bagi bangsa yang kita cintai ini. Terlebih kalau sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Narkoba ini tidak pandang bulu. "Mungkin ada the man behind the gun atau bahkan the country behind the gun. Yang jelas narkoba ini by design. Ini menunjukkan penanganan serius. Dan harus bergandengan tangan dengan entitas masyarakat yang lain. Tidak bisa hanya dengan bergerak sendiri," lanjut Muhammad Iqbal.

Untuk mewujudkan program ini, Diresnarkoba Polda NTB, Helmy menggandeng lembaga rehab Aksi dan Lentera Hati. "Banyak tangkapan kami yang sebelumnya adalah pelaku yang sudah melaksanakan rehab. Setelah menjalani rehab malah masuk penjara lagi," sesal Helmy.

Pemicunya, lanjut Helmy, karena setelah direhab atau keluar dari penjara mereka tidak punya pendapatan. Tidak punya pekerjaan dan usaha lain. Kemudian mereka kembali menjadi pengedar dan pemakai. "Mereka tidak punya sumber profit untuk biaya hidup bersama keluarganya. Nah, kami sedang mencari format, berupaya agar setelah menjalani rehab mereka tidak lagi kembali ke dunia itu. Itu sebabnya kami mengajak strakholder lain termasuk lembaga rehab aksi dan lentera hati ini," papar Helmy penuh peduli.

"Kalangan rehabel ini nantinya akan dibina, diberi keterampilan, dilatih menjadi manusia yang terampil dan memiliki skiil yang mumpuni. Jadi setelah menjani rehab kami berharap mereka tidak lagi kembali ke dunia narkoba ini. Dan punya sumber profit untuk membiayai hidupnya," pungkas Helmy. (01)