NGAKU NABI KE-26 JOZEPH PAUL ZHANG DIJERAT PENISTAAN AGAMA

Seorang youtuber, Jozeph Paul Zhang diduga menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad
NGAKU NABI KE-26 JOZEPH PAUL ZHANG DIJERAT PENISTAAN AGAMA
Sang penista agama yang mengaki nabi ke 26 setelah Nabi Muhammad

JAKARTA-Seorang youtuber, Jozeph Paul Zhang diduga menistakan agama Islam dengan mengaku sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad. Sekjen PBNU, Helmi Faisal Zaini, mengecam keras Joseph Paul zhang, karena cenderung memecah belah ummat dan kesatuan bangsa Indonesia.

Jozeph Paul Zang mengunggah ujaran kebencian itu ke laman youtube-nya 17 April 2021. Tidak saja mengaku nabi ke-26, Jozeph dinilai mengolok-olok dan menghina Nabi Muhammad di laman pribadi youtube-nya. Tidak sampai disitu, Jozeph juga menghina Nabi Muhammad. Jozeph bahkan menantang siapa saja yang berani melaporkannya ke polisi. Jozeph berjanji akan memberikan uang Rp 1 juta yang melaporkan kasus ini.

Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini mengecam keras Jozeph Paul Zhang. Helmi menilai tindakan Jozeph telah mengucapkan ujaran kebencian. "Kami mengecam keras Jozeph Paul Zhang karena dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Kedua, kami minta aparat kepolisian secepatnya mengusut secara tuntas sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku," tegas Helmi.

Sementara itu, Ketua cyber Indonesia, Husein Sihab, telah melaporkan Jozeph Paul Zhang ke polisi. Dilansir dari medcom.id, Husein Sihab telah melaporkan Jozeph Paul Zhang telah dilaporkan ke polisi. Husein Sihab juga mengunggah dokumen laporan polisi di akun twiter-nya.

Menanggapi dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang, Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo, berjanji akan menindaklanjuti laporan itu.

Jozeph Paul zhang disangkakan melakukan ujaran kebencian sesuai pasal 454 ayat junto pasal 28 ayat 2 tahun 2016 undang-undang ITE nomer 19. Atau pasal 156a KUHP tentang penistaan agama.

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto menyatakan Jozeph Paul Zang telah meninggalkan Indonesia 2018. Tetapi tidak akan menghentikan langkah polri tetap menyelidiki kasus ini. (tim)