PELANGGARAN LALU LINTAS NAIK 34 PERSEN

Data kepolisian daerah NTB, dibanding tahun lalu jumlah pelanggaran tahun ini meningkat 34 persen.
PELANGGARAN LALU LINTAS NAIK 34 PERSEN
Petugas di lapangan saat melakukan operasi keselamatan

MATARAM-Hari ke lima operasi keselamatan Rinjani Polda NTB ratusan pelanggar lalu lintas. Data kepolisian daerah NTB, dibanding tahun lalu jumlah pelanggaran tahun ini meningkat 34 persen.

Operasi keselamtan Rinjani 2021 Polda NTB, Dirlantas Polda NTB dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/4) menyebutkan, pelanggaran lalulintas yang ditemukan pada operasi keselamatan tahun 2021 di seluruh NTB meningkat 34 persen. "Pelanggar yang mendapat surat tilang 301 orang, sanksi teguran cukup banyak. Angkanya mencapai 3.884 orang, sedangkan untuk kegiatan Turjawali Polda NTB dan Polres jajaran melaksanakan kegiatan sebanyak 7.317 kegiatan," jelas Dirlanatas Polda NTB, Kombes Pol Noviar.

Dalam Operasi Keselamatan tahun 2021, lanjut Noviar, Ditlantas Polda NTB dan satlantas polres jajarannya juga melakukan penyuluhan taat berlalulintas kepada pengguna jalan. Baik melalui media atau pamplet dan baliho yang terpasang di sejumlah ruas jalan di NTB, di tempat-tempat rawan kecelakaan dan rawan pelanggaran aturan lalulintas.

"Pada operasi keselamatan ini, kami tidak hanya melakukan razia saja, kami juga melakukan himbauan agar pengguna jalan taat aturan lalulintas demi keselamatan mereka," ungkap Noviar.

Selain itu Ditlantas Polda NTB juga melakuan himabauan prokes, guna memutus ratai penyeberan Covid-19. "Karena sekarang masih pandemi, kami juga melakukan himbauan prokes, membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19," tambah Noviar

Saat personil kami melaksanakan razia, lanjutnya, petugas kami memberi teguran kepada pengendara yang tidak menggunakan masker, dan kami juga membagikan masker bagi pengendara dan warga yang tidak menggunakan masker.

Noviar berharap kegiatan yang dilakukan dapat menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga keselamatan di jalan, dan juga pentingnya menjaga diri dari ancaman Covid-19.

"Mudah mudahan warga paham tujuan kami, hadirnya polisi ditengah masyarakat sebagai bukti perhatian pemerintah akan keselamtan warga, baik dari laka lantas atau Covid-19," pungkasnya. (02)