PESONA RINJANI BISA JADI PELECUT PARIWISATA LOMBOK-SUMBAWA

Rinjani saat ini adalah objek wisata paling dicari dengan monthly searches diangka 27,000/bulan --mengalahkan Gili Trawangan yang berada diangka 19,00
PESONA RINJANI BISA JADI PELECUT PARIWISATA LOMBOK-SUMBAWA
Pengakuan dunia untuk Sembalun sebagai penyangga destinasi wisata Rinjani

MATARAM-Gunung Rinjani masih menyimpan pesona dan mengundang perhatian kalangan wisatawan. Berdasakan Google Search , Rinjani saat ini adalah objek wisata paling dicari dengan monthly searches diangka 27,000/bulan --mengalahkan Gili Trawangan yang berada diangka 19,000/bulan. Ini bisa jadi batu loncatan pelecut kunjungan wisatawan ke NTB pasca pandemi.

Sebelum pandemi, tingkat kunjungan wisatawan asal Singapura ke Rinjani rata-rata di angka 400 orang per bulan. Selaian Singapura, wisatawan dari belahan negara Eropa seperti Belanda dan Jerman, juga memiliki minat cukup tinggi terhadap gunung berapi ini.

Di tengah pandemi covid-19, kunjungan wisatawan ke Rinjani sempat turun hingga titik terendah. Rinjani beberapa waktu yang lalu juga sempat ditutup karena cuaca kurang bersahabat. Wakil dari Taman Nasional Gunung Rinjani, Dwi, dalam rembuk pariwisata di ruang rapat Dinas Pariwisata NTB, mengatakan per 1 April lalu, pendakian di gunung setinggi 3.276 mdpl (meter dari permukaan laut) sudah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan.

Menariknya, meski tingkat kunjungan menurun di awal pandemi, kini mulai meningkat di tengah pandemi. Terjadi peningkatan 20 persen dari data kunjungan april tahun lalu hanya 30 persen. Tahun ini meningkat menjadi 50 persen. "Rinjani juga sudah menambah pintu masuk satu lagi dari Torean. Di pintu-pintu masuk ini akan diterapkan protokol kesehatan sebagai bentuk peran TNGR kampanyekan NTB menuju bebas covid-19," ungkap Dwi.


Peningkatan kunjungan wisatawan ke Rinjani tidak ingin disia-siakan Kadispar NTB, Yusron Hadi. Di agenda rembuk pariwisata kemarin, Yusron juga sudah menekankan semua unsur pelaku pariwisata bersinergi. Memilih deatinasi wisata yang dinilai memiliki kualitas dan nilai jual di tengah pandemi ini. "Kita akan pilih secara kualitas destinasi yang bisa dijual di tengah pandemi. Dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan, di destinasi itu juga bisa memberi rasa nyaman wisatawan," papar Yusron.


Guide senior Uji Gaffar, menuturkan, Rinjani sangat cocok jika dipadupadankan dengan destinasi di sekitar Rinjani seperti Sembalun. Terlebih dengan predikat halal award yang pernah diraih Sembalun. "Beberapa program acara bisa digelar di tempat itu seperti Sembalun Jazz Festuval misalnya. Atau agenda lain yang bisa kita kemas dengan tidak mengabaikan prokes," usulnya. (01)