POLRI LIBATKAN INTERPOL TANGKAP JOZEPH PAUL ZHANG

Kepolisian Republik Indonesia menggunakan kemampuan interpol menangkap penista agama, Jozeph Paul Zhang. Polri juga memasukkan nama Jozeph Paul Zhang
POLRI LIBATKAN INTERPOL TANGKAP JOZEPH PAUL ZHANG
Bigjen (Pol) Rusdi Hartono saat memberikan keterangan di Jakarta

JAKARTA-Kepolisian Republik Indonesia menggunakan kemampuan interpol menangkap penista agama, Jozeph Paul Zhang. Polri juga memasukkan nama Jozeph Paul Zhang ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keberadaan Jozeph Paul Zhang kini diduga berada di Jerman.

Polri sangat serius memburu penista agama Jozeph Paul Zhang. Setelah dilaporkan Ketua Cyber Indonesia, Husein Sihab, aparat kepolisian langsung bergerak cepat mengendus keberadaan Jozeph yang diduga berasal dari Salatiga,Tegal-Jawa Tengah ini.

Polri menyatakan Jozeph Paul Zang sebagai DPO. DPO akan disampaikan ke interpol untuk dijadikan landasan penerbitan red notice. "Polri telah berusaha keras menyelesaikan kasus ini. Jozeph Paul Zang kini masuk dalam DPO. DPO ini nanti akan diserahkan ke interpol dan selanjutnya dijadikan dasar penerbitan red notice," tegas Karopenmas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono kepad wartawan di Jakarta Senin (19/4).

Jozeph Paul Zhang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polri

Polri, lanjut Rusdi, berusaha keras menyelesaikan kasus ini dengan instansi terkait. "Yang penting masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kasus ini," sarannya.

Anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani, kepada pers mengatakan sangat memungkinkan paspor Jozeph Paul Zhang dicabut paspornya. Menurut undang-undang yang berlaku, pencabutan paspor seorang warga negara Indonesia memungkinkan jika terlibat kasus hukum dan ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun.

Seperti diketahui, Jozeph Paul Zhang disangkakan pelaku penista agama. Dalam laman youtube-nya Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi ke 26 setelah Nabi Muhammad. Tidak itu saja, Jozeph Paul Zhang mengolok olok dan menghina Nabi Muhammad. Youtuber ini kemudian dilaporkan Husein Sihab melanggar undang-undang ITE dan pasal penistaan agama. (tim)