TRAUMA KELUARGA KORBAN TEROR BERUNTUN KKB

KKB) di Puncak Jaya-Papua, tak berhenti menebar teror kekerasan. Secara beruntun KKB pimpinan Lekagak Kalengka, menembak mati warga di distrik Ilaga,
TRAUMA KELUARGA KORBAN TEROR BERUNTUN KKB
Foto Korban kekerasan tidak beradab KKB di Puncak Jaya-Papua

PUNCAK JAYA-Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya-Papua, tak berhenti menebar teror kekerasan. Secara beruntun KKB pimpinan Lekagak Kalengka, menembak mati warga di distrik Ilaga, Papua.

Tindakan biadab KKB menembak mati tiga warga Papua ini dipicu karena alasan menjadi mata-mata TNI. Pangdam XVII Cendrawasih Papua, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, langsung membantah alasan itu. Ignatius justru menyebut KKB kerap membolak balikkan fakta untuk menakuti warga. "Itu cerita lama KKB. Justru warga ingin menjadi prajurit TNI," tegas Ignatius.

Setelah menembak mati dua orang guru, seorang pelajar menjadi korban berikutnya. Pelajar, Alimo, diterjang timah panas dari aksi biadab KKB di kampung Wuloni, distrik Beoga. Alimo dituding menjadi mata-mata TNI sehingga dijadikan sasaran tembak KKB.

Istri Oktavianus Rayo, Natalina, mengaku sempat trauma dan meninggalkan rumah setelah menyaksikan penembakan suaminya. "Saya pergi dari rumah karena ketakutan. Semua barang di rumah tidak ada yang saya bawa satu pun," ungkap Natalina dengan mulut bergetar ketakutan.

Penembakan pelajar Alimo, sama dengan penembakan tukang ojek dan Oktavianus Rayo 8 April lalu. Dilakukan KKB di distrik Beoga. Yang jelas kekuarga korban meminta pemerintah bisa memberikan rasa aman dari kelompok kriminal ini.

Tim khusus Neamangkawi, gabungan TNI-Polri masih terus mengejar dan memburu kelompok kriminal yang membuat warga Papua resah. Aparat juga sudah menjemput warga pendatang dari lokasi penembakan di distrik Beoga untuk diungsikan ke tempat yang aman. (tim)