VAKSINASI SISTEM JEMPUT BOLA, SASAR PELOSOK DESA

vaksinator gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah ini, menerapkan sistem jemput bola, menyasar warga lanjut usia
VAKSINASI SISTEM JEMPUT BOLA, SASAR PELOSOK DESA
Semangat tim vaksinator gencarkan vaksinasi

LOMBOK BARAT-Vaksinator TNI-Polri dan Pemkab Lombok Barat-NTB, bergerak cepat mensukseskan program vaksinasi nasional. Kali ini vaksinator gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah ini, menerapkan sistem jemput bola, menyasar warga lanjut usia (lansia) hingga pelosok desa terpencil.

Kerja keras vaksinator tim gabungab ini dipacu oleh instruksi Presiden RI, Joko Widodo, mempercepat program vaksinasi nasional. Jokowi bahkan mematok 70 juta warga negara Indonesia sudah divaksin hingga Juli mendatang. Semangat inilah yang memotovasi prajurit TNI, Polri dan pemkab Lombok Barat menerapkan sistem jemput bela, langsung mendatangi rumah warga.

Hampir dua pekan terakhir, Pemkab Lombok Barat fokus menangani vaksin bagi lansia. Selain karena alasan rentan terpapar covid-19 warga lansia ini juga kesulitan menjangkau lokasi vaksin. Terlebih mereka yang rumahnya jauh dari puskesmas atau rumah sakit. Khususnya mereka yang tinggal di pelosok desa.

Sebelumnya batalyon vaksinator TNI, Polri dan Pemkab Lobar menerapkan sistem antar jemput. Karena dinilai kurang efektif strategi vaksin diubah dengan mekanisme vaksinasi mobile yaitu mendatangi langsung para lansia di titik tertentu.

Vaksinasi yang berlangsung Senin (26/4) dilaksanakan di Vihara Tendaun Girisena Dusun Tendaun Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S. Wibowo, mengatakan langkah ini merupakan upaya untuk mempercepat peogram vaksinasi nasional, khususnya di Lombok Barat. Sasarannya saat ini fokus kepada lansia melalui Program Lomba Kampung Sehat II yang diinisiasi Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal. “Hari ini kita melaksanakan kegiatan vaksinasi secara mobile di desa mareje timur, bersama batalyon vaksinator yang dibentuk oleh Kabupaten Lombok Barat, terdiri dari TNI Polri dan Pemda Lobar,” terang Bagus.

Tim, lanjut Bagus, berusaha memaksimalkan kegiatan vaksinasi, khususnya bagi lansia. Kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat terutama para lansia untuk tidak ragu lagi untuk mengikuti kegiatan vaksinasi ini. Vaksinasi menjadi harapan terbesar agar masyarakat kabupaten Lombok Barat segera terbebas dari Covid-19.

“Karena tidak ada yang lain menjadi harapan kami, yang menjadi pertimbangan kami, agar masyarakat kabupaten Lombok Barat, dapat terbebas dari serangan virus corona, yang saat ini masih melanda di tempat kita,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Lombok Barat, dr. Ahmad Taufiq Fatoni mengatakan Lombok Barat menargetkan vaksinasi 3.560 orang lansia. “Dari yang telah kita targetkan, hari ini kita sudah mencapai angka diatas 40%, dan harapan kami untuk lebih menggiatkan kegiatan ini dan mencari sasaran yang lebih tepat,” ungkapnya.

Menurutnya vaksinasi secara mobile ini, lebih efektif dengan melaksanakan kegiatan langsung turun ke Desa, bersama puskesmas untuk mencari sasaran yang lebih banyak lagi. Vaksin yang digunakan jenis Sinovac. Kegiatan vaksinasi ini disertai pemberian bantuan sosial berupa bahan pokok, beras sebanyak 5 kilogram. (tim)