WORLD SUPERBIKE SIAP GANTIKAN EVENT MOTOGP. INI SYARATNYA

mengobati rasa kecewa publik Lombok-Sumbawa, jelang akhir tahun 2021 nanti menurut rencana akan digelar balapan World Superbike (WSBK) seri ke-12. Tap

WORLD SUPERBIKE SIAP GANTIKAN EVENT MOTOGP. INI SYARATNYA
Sudut lain pembangunan kawasan KEK Mandalika-Lombok

MATARAM-Seri balapan MotoGP di sirkuit Mandalika gagal digelar tahun ini. Menunggu kesiapan sirkuit, event MotoGP di sirkuit Mandalika ditunda tahun depan. Untuk mengobati rasa kecewa publik Lombok-Sumbawa, jelang akhir tahun 2021 nanti menurut rencana akan digelar balapan World Superbike (WSBK) seri ke-12. Tapi, ada syaratnya.

Pemerintah pusat terus mendorong mempercepat proses pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Perioritas (DPSP) Indonesia. Salah satunya DPSP Mandalika. Untuk mewujudkannya, perlu implementasi konsep pariwisata berkualitas, mulai dari aksesibilitas dan konektivitas, amenitas, atraksi dan fasilitas tambahan lainnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Odo RM Manuhutu mengatakan bahwa sudah seharusnya pemerintah mempercepat pembangunan di DPSP Mandalika, mengingat salah satu event World Superbike (WSBK) seri ke-12 akan berlangsung di Sirkuit Mandalika pada tahun 2021.

“Syarat dan harapannya adalah kita harus kian gencar dan mempercepat pembangunan di Mandalika mengingat WBSK akan dilaksanakan pada 12-14 November 2021. Jadi target kita sebelum tanggal tersebut sudah harus ada lapaoran pembangunan yang lebih baik. Dan target Maret tahun 2022 kita siap untuk MotoGP,” jelas Odo RM Manuhutu dalam Rapat Koordinasi Perkembangan Isu dan Tindak Lanjut Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Perioritas (DPSP) Mandalika secara virtual dengan Pemprov NTB, Rabu (28/4).

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang diwakili Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Prov NTB, Ir. Ahmadi menyampaikan beberapa sektor yang harus diselesaikan, salah satunya penuntasan masalah tanah dan percepatan pemberian izin untuk quarry tanah timbunan.

“Hal ini dilakukan agar kegiatan pembangunan prasarana jalan maupun bandara cepat terselesaikan. Selain itu kami telah membentuk tim terpadu pengendalian pelaksanaan kegiatan prasarana yang ada di KEK Mandalika,“ tutur Ahmadi saat memberikan pemaparan secara virtual di Ruang Karo AP Setda NTB.

Selain itu, lanjutnya, NTB sebagai salah satu daerah dengan potensi kerawanan bencana yang tinggi, perlu dilakukan simulasi emergency kebencanaan. pungkas Ahmadi. (tim)