ARUS PENUMPANG LINTAS LEMBAR-PADANGBAI ANJLOK 93 PERSEN

penyekatan di jalur utama Lembar-Mataram. Akibatnya arus penumpang penyeberangan Lembar-Padangbai anjlok hingga 93 persen.
ARUS PENUMPANG LINTAS LEMBAR-PADANGBAI ANJLOK 93 PERSEN
Petugas periksa truk angkutan logistik antisipasi penumpang gelap atau pemudik nekat

LOMBOK BARAT-Menindaklanjuti instruksi pemerintah terkait larangan mudik lebaran, Pemda Lombok Barat bersama aparat kepolisian, mengambil langkah konkrit. Kepolisian Lombok Barat melakukan penyekatan di jalur utama Lembar-Mataram. Akibatnya arus penumpang penyeberangan Lembar-Padangbai anjlok hingga 93 persen.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S. Wibowo, mengerahkan anggotanya melakukan penyekatan. Penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik dan pemalsuan surat-surat perjalanan yang dibawa pemudik nekat. Dalam perkembangannya, dengan penyekatan ini, angka penumpang melalui penyeberangan Lembar-Padangbai di musim mudik tahun ini turun sebesar 93 persen. Sisanya, merupakan penumpang dengan kriteria pengecualian, memiliki kelengkapan seperti surat keterangan tugas, dan surat keterangan sakit.

Kapolres Bagus S. Wibowo, mengatakan, dengan situasi ini tidak menutup kemungkinan terjadinya pemalsuan surat tugas, maupun surat keterangan lainnya bagi pejalan yang masuk dalam pengecualian tersebut. “Walaupun telah melengkapi dokumen, agar dilakukan rapid test kembali secara acak, terutama penumpang yang datang dari luar NTB,” ungkapnya.

Menurutnya, ini juga penting untuk diinformasikan ke masyarakat dengan harapan dapat menekan penyebaran Covid-19 di NTB karena pelabuhan merupakan salah satu pintu masuknya. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna mengantisipasi pemalsuan hasil rapid test yang dibawa para penumpang,” imbuh Bagus meyakinkan.

Untuk mengantisipasi kendaraan logistik yang nekat mengangkut penumpang, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan kendaraan logistic yang masuk pelabuhan Lembar. “Mulai dari tempat sopir, hingga bagian belakang kendaraan atau tempat mengangkut barang juga diperiksa secara ketat,” tegas Bagus.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menekankan Otoritas Pelabuhan Lembar agar menerapkan ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan menteri perhubungan. “Saya harus memastikan kebijakan pemerintah terlaksana dengan baik, terlebih ini dinilai untuk kebaikan bersama, mencegah terjadinya lonjakan penularan covid-19, agar diatensi,” tegasnya.

Menurutnya, penumpang dengan kriteria pengeculaian tersebut, harus dilakukan rapid test antigen kembali.

General Manajer PT. ASDP Lembar, Muhammad Yasin mengatakan ini telah ditindaklanjuti oleh Otoritas Penyeberangan Pelabuhan Lembar.
“Setelah dua hari ditutupnya pelabuhan Lembar untuk pelayanan mudik, kecuali kendaraan logistik terhitung hingga pagi tadi, ada sekitar 93 truk logistik yang masuk melalui pelabuhan Lembar. Lalu lintas kendaraan logistik itu dilayani oleh 15 kapal yang beroperasi selama masa pelarangan mudik," papar Yasin.

Tahun ini, otoritas pelabuhan penyeberangan lembar-padangbai hanya menyiapkan 15 armada penyeberangan. Berkurang 32 persen, jika dibandingkan tahun lalu mencapai 22 armada. Dari sisi layanan penumpang juga turun 25 persen dari 32 trip pada tahun lalu menjadi 24 trip tahun ini. (tim)