BERINVESTASI DI NTB DIJAMIN BERJALAN LANCAR, INI ALASANNYA

Menteri PPN/Kepala Bappenas mengatakan ketersediaan energy (listrik) yang cukup menjadi jaminan dan bisa dipastikan investasi di NTB akan berjalan den
BERINVESTASI DI NTB DIJAMIN BERJALAN LANCAR, INI ALASANNYA
Rombongan Kepala Bappenas dan Gubernur NTB meninjau pembangkit listrik Sengkol

LOMBOK TENGAH- Kunjungan kerja, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Nasional (Bappenas) RI, Suharso Monoarfa, ke NTB juga sempat meninjau Base Camp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol-Lombok Tengah, bersama Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Kepala Bank Indonesia Mataram Heru Saptaji, dan Asisten II Bidang Prekonomian Ridwansyah.

Kunjungan singkat Suharso di salah satu PLTS dari empat PLTS yang dibangun di Lombok, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengatakan ketersediaan energy (listrik) yang cukup menjadi jaminan dan bisa dipastikan investasi di NTB akan berjalan dengan baik. Demikian juga program unggulan industrialisaasi yang dicetuskan gubernur NTB dengan sendirinya akan terbantu. Ketersediaan energi di NTB yang salah satunya yang tengah dikembangkan PLTS Sengkol ini.

Ditambahkan Suharso, pengembangan industri seperti ini mendukung upaya transisi menuju energi bersih. Mendukung potensi Indonesia mengoptimalkan sumber Energy Bersih Terbarukan (EBT). Harapannya, ke depan kita akan memperlihatkan kelayakan komersial pembiayaan yang bersifat terbatas proyek energi terbarukan. Terlebih akan membantu Indonesia membuka pasar energi terbarukan bagi sektor swasta.

“Selain itu juga bisa meningkatkan dukungan bagi infrastruktur energy yang berkualitas dan berkelanjutan. Perkembangan energi bersih semakin menjanjikan, terutama didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” lebih jauh Suharso menambahkan.

Kepala Bappenas mengakui, Indonesia memang perlu mempertimbangkan opsi-opsi pengembangan energi terbarukan yang berpotensi besar seperti PLTS. Mulai dari skala besar hingga skala kecil. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan bahan bakar fosil tersebar di berbagai provinsi menjadi tantangan utama dalam mewujudkan transisi menuju energi bersih dan terbarukan.(tim)