DUA DITEMUKAN POSITIF, RIBUAN PENGENDARA DIPUTAR BALIK

ribuan kendaraan yang diindikasi akan berlibur dikawasan Senggigi. Dari 128 warga yang di rapid antigen secara acak, dua diantaranya dinyatakan positi
DUA DITEMUKAN POSITIF, RIBUAN PENGENDARA DIPUTAR BALIK
Rapid antigen pengguna jalan yang dipilih secara acak di pintu masuk kawasan Senggigi

LOMBOK BARAT, kataberita.net - Usaha yang dilakukan tim gabungan pencegahan penyebaran covod-19 di Lombok Barat membuahkan hasil. Penyekatan di pintu masuk obyek wisata Senggigi tim gabungan harus memutar balik ribuan kendaraan yang diindikasi akan berlibur dikawasan Senggigi. Dari 128 warga yang di rapid antigen secara acak, dua diantaranya dinyatakan positif. Dinas Kesehatan Lombok Barat langsung bertindak cepat melakukan karantina dan penanganan medis.

Penyekatan di pintu masuk Senggigi diperketat menyusul libur lebaran dan perayaan tradisi lebaran topat (lebaran ketupat, red). Kawasan Senggigi masih menjadi tempat favorit bagi sebagian besar masyarakat NTB dijadikan lokasi berwisata atau berlibur. Sudah diduga sebelumnya, meski sudah dilakukan sosialisasi penutupan obyek wisata, namun tidak sedikit warga yang nekat berlibur. Dan hasilnya, ribuan warga harus diputar balik petugas. Dua diantaranya bahkan ditemukan positif covid-19.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK melalui Kasi Humas AKP Agus Pujianto, memastikan kegiatan pengamanan dan penyekatan tempat wisata di Lombok Barat berjalan sesuai rencana. “Sampai saat ini, kegiatan masih berjalan lancar. Titik-titik penyekatan di perbatasan semua jalur pintu masuk kabupaten Lombok Barat dan jalur menuju tempat wisata masih dilakukan penyekatan,” ungkap Agus, Kamis (20/5) di pos penyekatan Senggigi.

Dijelaskan Agus, untuk memaksimalkan kegiatan penyekatan, Nakes dari Batalyon Vaksinator TNI-Polri dan Pemda Lobar, melakukan rapid test antigen secara random terhadap kendaraan yang melintas.
“Dari hasil pelaksanaan Rapid Test Antigen di Jalan Raya Senggigi, dilakukan terhadap 128 orang, dua orang dinyatakan positif, dan telah ditangani oleh Dinas Kesehatan Lobar Lombok Barat,” ucapnya.

Sedangkan untuk semua pintu masuk lokasi wisata masih masih dilakukan penutupan, dengan penjagaan personel Polres Lobar dibantu dengan TNI, POL PP, dan Dishub. Selain Lokasi Wisata yang ada di Darat, kegiatan pengamanan atau penempatan personel juga dilakukan di seluruh gili (pulau kecil) di Wilayah Sekotong yang biasa dikunjungi oleh masyarakat.

“Tercatat sampai dengan pukul 13.00 wita, kami telah memutar balikkan kendaraan total sebanyak 1278 kendaraan, yang didominasi kendaraan Roda dua sebanyak 987 unit, Roda Tiga sebanyak 20 unit, Roda Empat sebanyak 269 unit dan roda enam sebanyak dua unit,” bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko, SE. SIK, mengatakan saat melakukan rapid test satu unit bus yang memuat 39 penumpang, dua diantaranya diindikasikan positif. “Saat dilakukan rapid test sewaktu penyekatan, dua positif dua orang penumpang berinisial “T” (51) dan “S” (71),” ujarnya.

"Dari hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Barat, terhadap dua orang tersebut akan dilakukan dari penumpang-penumpang yang lain,” imbuhnya.

Menurutnya, ini merupakan keberhasilan dalam pengawasan yang ketat dan melekat kepada masyarakat yang akan mengunjungi kawasan wisata Senggigi.
“Untuk tempat isolasinya, nanti kami akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, sedangkan untuk kendaraan bus tersebut diarahkan putar balik,” tandasnya. (tim)