HARI KEDUA LIBUR LEBARAN, OBYEK WISATA MASIH SEPI

Hari kedua libur lebaran, sejumlah obyek wisata di kawasan Senggigi, Lombok Barat-NTB, masih terlihat sepi.
HARI KEDUA LIBUR LEBARAN, OBYEK WISATA MASIH SEPI
Atensi aparat terhadap warga yang abai prokes di obyek wisata

LOMBOK BARAT-kataberita.net. Hari kedua libur lebaran, sejumlah obyek wisata di kawasan Senggigi, Lombok Barat-NTB, masih terlihat sepi. Yang terlihat hanya puluhan aparat kepolisian yang melakukan patroli bagi warga yang abai protokol kesehatan.

Patroli dan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi warga yang abai protokol kesehatan (prokes). Kampanye ketat prokes terus disuarakan tim gabungan pemkab dan TNI-Polri untuk menekan tingkat penyebaran virus covid-19 di Lombok Barat khususnya. Penyebaran virus covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di tengah kerumunan. Kerumunan warga berpotensi terjadi di kawasan wisata mengingat animo warga yang ingin mencari suasana berbeda di tengah libur lebaran.

"Kami ingin mencari suasana lain setelah sebulan berpuasa. Dan kebetulan kan sekarang sedang libur. Tapi kami tetap mentaati protokol kesehatan," ujar salah seorang warga Sutarini saat ditemui di Senggigi, Jumat sore (14/5).

Penyebaran virus mematikan ini mendapat perhatian serius petugas. Libur lebaran bisa menjadi pemicu melambungnya jumlah kasus covid-19 di daerah tertentu. Di kalangan epidemiolog memprediksi lonjakan kasus covid-19 diprediksi menjadi dua kali lipat bahkan lebih, jika warga abai prokes.

Selain karena kebijakan pemerintah pusat dan daerah mengeluarkan larangan berkerumun di obyek wisata, warga juga diminta tetap melakukan aktivitas di rumah. Potensi penyebaran virus ini bisa saja terjadi di tempat wisata. Terlebih warga yang abai prokes dan tidak menerapkan 5M.

Sejak libur lebaran dimulai, tim gabungan pemerintah daerah dan TNI-Polri, melakukan atensi dengan melakukan penyekatan di gerbang selamat datang Senggigi. Tidak sedikit pengguna jalan yang melintas terpaksa diputar balik karena tidak mengenakan masker. Mereka yang tidak disiplin mengenakan masker langsung ditindak petugas. Dan jika ditemukan bukan warga pemilik identitas di sekitar Senggigi dan desa penyangganya langsung diminta putar balik. (01)