HELMI : NARKOBA DIKENDALIKAN DARI DALAM LAPAS ITU BOHONG

Kami simpulkan isu yang menyatakan narkoba dikendalikan dalam lapas itu bohong," tegasnya.
HELMI : NARKOBA DIKENDALIKAN DARI DALAM LAPAS ITU BOHONG
Direktur Narkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra R

MATARAM, kataberita - Direktur Narkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra R dalam siaran persnya di Polda NTB menegaskan bahwa narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas itu bohong alias hoaks. Helmi menyampaikan Ditnarkiba Polda NTB telah menjalin kerjasama bersifat nonformal dengan Lembaga Pemasyarakatan untuk membongkar dan menggali informasi terkait kasus jaringan narkotika dari pelaku yang ada dalam lapas. "Kami simpulkan isu yang menyatakan narkoba dikendalikan dalam lapas itu bohong," tegasnya.

Sangat banyak kasus narkoba yang kita ungkap, lanjutnya. Selama ini, sumber informasinya justru banyak kami dapatkan dari dalam lapas. Disamping itu, isu yang beredar selama ini bahwa peredaran narkoba ada yang dikendalikan dari dalam lapas itu adalah hoax, itu berita bohong. Justru di lapas itu sumber informasi yang kami dapat terkait pemain dan pemakai narkoba.

Selama ini lewat kerja sama secara informal yang dibangun dengan kalapas - kalapas di NTB, banyak memberi kemudahan tim Ditnarkoba dalam mengungkap kasus. Setiap informasi yang didapat dari dalam lapas langsung ditindak lanjuti oleh tim Ditnarkoba polda NTB, dan ternyata akurat. "Selama ini, kerja sama yang dibangun dengan lingkungan lapas tidak sia-sia. Dengan terungkap beberapa kasus narkoba yang sumber informasinya dari dalam lapas bukan berarti bahwa pengendalian barang ini berasal dari orang dalam lapas," jelas Helmi

Untuk itu, kata Helmi, kami menyampaikan terima kasih kepada Kalapas di seluruh wilayah NTB dan masyarakat yang selama ini telah membantu Ditnarkoba dalam rangka memberantas peredaran barang haram ini melalui informasi yang disampaikan kepada aparat. Kami tegaskan lagi, jangan takut untuk memberikan informasi kepada kami karna insyaAllah setiap informasi terkait narkoba pasti ditindak lanjuti dengan segera. (02)