JAMBRET KAMPRET, HP MELAYANG ABG PATAH TULANG

Aksi kelompok jambret ini tidak saja merampas barang berharga milik korban, tetapi menyebabkan kecelakaan dan menderita luka-luka. Salah satu kakinya
JAMBRET KAMPRET, HP MELAYANG ABG PATAH TULANG
Korban jambret Alya Hasna dirawat intensif karena alami patah tulang

LOKBOK BARAT-Sial menimpa warga Lombok Barat, Alya Hasna. Saat melaju menggunakan sepeda motor berboncengan dengan rekannya ke arah Mataram. Namun di tengah jalan dihadang kelompok pemuda melakukan aksi jambret. HP melayang, perempuan ABG harus menjalani perawatan karena alami patah tulang. Dasar Jambret, Kampret!!

Tim Puma Polres Lombok Barat yang mengintai kelompok jambret ini berhasil berhasil dibekuk. Aksi kelompok jambret ini tidak saja merampas barang berharga milik korban, tetapi menyebabkan kecelakaan dan menderita luka-luka. Salah satu kakinya bahkan divonis patah tulang.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dahfid Shiddiq, mengatakan peristiwa berawal saat korban berboncengan dengan temannya dari rumah menuju Mataram. “Tiba-tiba di seputaran rumak, datanglah dua orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor, langsung melakukan perampasan HP milik korban,” ungkapnya, Selasa (4/5)

Saat jambret beraksi, lanjut Dahfid, korban yang seorang perempuan dalam posisi dibonceng dan sedang memainkan HPnya. Akibatnya sepeda motor korban oleng dan terjatuh. Dari hasil penyelidikan kami, HP yang dirampas pelaku tersebut kami deteksi terakhir berada di Lombok Tengah. Selanjutnya kami melakukan pengembangan dari barang bukti tersebut.
Barang bukti tersebut berasal dari tersangka, yang dimankan Tim Puma Polres Lombok Barat berinisial DK alias HR, sedangkan satu orang lainya masih DPO berinisial HI.

“Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengaku bahwa sistemnya mereka mobile, jadi ketika ada korban yang mengendarai sepeda motor, ataupun berjalan kaki sedang menggunakan Handphone, itulah yang menjadi sasarannya,” jelas Dahfid.

Sementara tersangka yang berhasil dimankan mengaku baru kali ini menjalankan aksinya, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pengejaran.
“Namun kita tidak percaya begitu saja, selanjutnya kita lakukan interogasi lebih lanjut, untuk mensinkronkan keterangan tersangka lainnya yang masih buron,” pungkasnya.

Pelaku DK alias HR (19), Warga Desa Beleke, Kec Gerung, Kab Lombok Barat ini kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lobar, dijerat dengan pasal 365 KUHP, dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. (02)