JEMPUT BOLA, JADI TREN KEJAR TARGET VAKSINASI LANSIA

vaksinasi menggunakan strategi jemput bola seakan menjadi tren. Batalyon Vaksinator Lombok Utara mengikuti jejak petugas di Lombok Barat
JEMPUT BOLA, JADI TREN KEJAR TARGET VAKSINASI LANSIA
Semangat aparat jemput bola lansia untuk divaksin

LOMBOK UTARA-Langkah dan upaya Batalyon Vaksinator menuntaskan program vaksinasi khusus lanjut usia (lansia) di NTB terus berkembang. Namun, vaksinasi menggunakan strategi jemput bola seakan menjadi tren. Batalyon Vaksinator Lombok Utara mengikuti jejak petugas di Lombok Barat menerapkan strategi jemput bola hingga ke pelosok dusun.

Kepolres Lombok Utara, AKBP Feri Jaya Satriansyah, kepada wartawan mengungkapkan strategi jemput bola dalam pelaksanaan vaksinasi khusus golongan lansia, merupakan inovasi yang telah dipesankan Kapolda NTB, Irjen Pol. Mohammad Iqbal, sebagai inisiator terbentuknya Batalyon Vaksinator guna percepatan program vaksinasi.

“Langkah tersebut dilaksanakan guna mendukung program Kampung Sehat 2 dimana diharapkan vaksinasi ini bisa selesai tepat waktu untuk suksesnya Kampung Sehat jilid 2 NTB," tegas Feri memberi semangat.

Orang nomer satu di jajaran Polres Lombok utara itu mengatakan, sesuai informasi yang diterima dari jajaran Polres Lombok Utara, Batalyon Vaksinator bekerja sama dengan seluruh stakeholder hingga tingkat dusun, menerapkan strategi jemput bola sebagai inovasi percepatan program vaksinasi.

Jumlah lansia, lanjut Feri, lansia di kabupaten Lombok Utara sebanyak 13.707 orang. Tahap pertama ini Batalyon vaksinator menargetkan 1.141 orang untuk diberikan vaksin sinovak Covid 19. Dari pelksanaan vaksinasi tahap pertama telah diberikan sebanyak 1.666 lansia (146% dari target Pemprov) dan untuk vaksinasi tahap kedua diberikan kepada 64 lansia.

“Para Bhabinkamtibmas, bhabinsa bersama kepala dusun dan dinkes terus berupaya memberikan pemahaman kepada warga lansia agar bisa diberikan vaksinasi covid 19. Tiga pilar tersebut bahkan melakukan upaya memfasilitasi dengan memberikan jemputan kepada para lansia menggunakan ambulance desa dan kendaraan dinas bhabinkamtibmas” imbuhnya.

“Sebagai Kapolres saya memiliki kewajiban untuk berkolaborasi bersama TNI dan Pemda KLU demi suksesnya pelaksanaan vaksinasi lansia ini hingga tuntas dan tepat waktu. Jadi kita harus miliki inovasi sendiri, bagaimana caranya agar warga kita khususnya yang lansia bisa di berikan Vaksin Sinovak Covid 19 secara terukur dan tepat waktu,” katanya.

Terima kasih, sambungnya, kami sampaikan kepada kepala puskesmas beserta tim kesehatannya, dan terima kasih juga kepada Kepala Dusun atas dedikasi dan inovasi yang telah dilakukan dalam mendukung program pemerintah ini.

Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada segenap pihak terkait, yang telah mensukseskan, program vaksinasi baik dari unsur TNI-Polri terutama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. (02)