KAWASAN GILI DIPERKETAT, POLAIR ANTISIPASI JALUR LAUT

Pengamanan gili diperketat, satuan polisi air pun diterjunkan mencegah warga yang masuk gili melalui jalur laut.
KAWASAN GILI DIPERKETAT, POLAIR ANTISIPASI JALUR LAUT
Sat Polair Polda NTB patroli laut menuju kawasan gili di Sekotong Lombok Barat

SEKOTONG, kataberita.net - Selain kawasan Senggigi, sejumlah gili (pulau kecil) di daerah Sekotong memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal. Sejumlah gili di Sekotong pun tidak luput dari pantau tim gabungan pencegahan penyebaran covid-19. Terlebih gili yang biasa dijadikan tempat berkerumun saat libur lebaran ketupat. Pengamanan gili diperketat, satuan polisi air pun diterjunkan mencegah warga yang masuk gili melalui jalur laut.

Kapolsek Sekotong Iptu I kadek Sumerta, mengatakan, dalam kesiapan pengamanan Tradisi Lebaran Topat, Gili-gili yang ada disekotong juga menjadi perhatian jajarannya. “Kepatuhan Boat Man di Sekotong, terkait Surat Edaran Bupati tentunya kita hargai, dengan mengantisipasi limpahan pengunjung dari lokasi lain,” ungkapnya, Rabu (19/5).

Menurutnya, polisi tidak ingin bekerja sendiri. Tetapi dengan melibatkan unsur masyarakat lebih luas, efeknya akan lebih baik. Peran organisasi pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur lainnya penting untuk dilibatkan. Tradisi Lebaran Topat di Sekotong juga mengundang masyarakat berkerumun. Atas alasan ini tim gabungan perlu melakukan antisipasi dengan memperketat protokol kesehatan, dalam upaya pencegahan covid-19. “Koordinasi telah kita lakukan, bersama Kapolsek Lembar dan Kasat Polairud Polres Lombok Barat, untuk mengantisipasi jalur tikus melalui laut, di luar wilayah Sekotong,” katanya.

Langkah ini diambil, lanjut Sumerta, agar petugas lebih fokus mencegah kerumunan di darat melalui penyekatan, antisipasi limpahan pengunjung terhadap tempat wisata Gili juga tentunya harus diperhitungkan. “Pertemuan sudah dilakukan dalam membahas ini, terkait akses penyeberangan terutama dalam kegiatan wisata,” ucapnya.

Menurutnya, kesepakatan ini telah diambil dalam pertemuan sebelumnya, sebagai bentuk kominten dan dukungan Masyarakat dalam penyeberan Covid-19, kususnya di Sekotong. “Jangan sampai kominten ini kecolongan, dalam artian pembatasan di Sekotong diperketat, dari luar malah lolos masuk ke Gili yang ada di Sekotong,” katanya.

Menurutnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk kegiatan wisata, sedangkan untuk aktifitas masyarakat yang akan mengakses gili berpenduduk tetap berjalan normal. “Ini hanya untuk kegiatan Wisata, sedangkan aktifitas Masyarakat seperti Nelayan maupun Gili berpenduduk tetap berjalan normal, dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat,” tandasnya. (02)