KEREN! PERTAMA DI ASIA, NTB DILIRIK JADI PUSAT PRODUKSI BATA PLASTIK

Perusahaan Block Solutions asal Finlandia bersama Circular Economy Investor, berencana menanamkan investasinya untuk usaha bata terbuat dari bahan pla
KEREN! PERTAMA DI ASIA, NTB DILIRIK JADI PUSAT PRODUKSI BATA PLASTIK
Wakil perusahaan asing asal Finlandia pengembang bata plastik, Duncan Ward

MATARAM, kataberita.net - Bak gayung bersambut. NTB kerap dililit persoalan sampah plastik. Perusahaan Block Solutions asal Finlandia bersama Circular Economy Investor, berencana menanamkan investasinya untuk usaha bata terbuat dari bahan plastik. Jika terealisasi, NTB akan menjadi pusat produksi bata plastik pertama di Asia. NTB kerap dililit persoalan mengolah sampah plastik.

Rencana membangun pabrik bata plastik (ecobrick) pertama di Asia ini, misinya untuk penyelamatan lingkungan bukan sekadar investasi bisnis. Perusahaan Block Solutions bersama Circular Economy Investor bergerak dalam investasi lingkungan dan perusahaan lokal daerah serta BUMD. Investasi senilai 2,5 juta dollar ini sudah mendapatkan izin penggunaan lahan di area STIPark Banyumulek seluas 20 hektar.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, mengaku selain menjadi yang pertama di Asia dalam teknologi produksi bata plastik, dampak lingkungan dari pengurangan sampah plastik akan sangat signifikan. Produksi bata ini nantinya menggunakan semua jenis bahan baku plastik yang tersedia mulai dari plastik sachet, botol dan lainnya.

"Yang penting tidak menggunakan plastik yang mengandung racun sesuai ketentuan lingkungan. Tapi menggunakan sampah plastik yang bernilai ekonomis seperti botol plastik dan plastik daur ulang", ujar Ummi Rohmi--sapaan akrabnya saat menerima perwakilan investor asing ini di pendopo, Rabu (19/5).

Selain sebagai material bangunan ramah lingkungan, lanjut Rohmi, bata plastik ini tahan lama dan telah banyak digunakan di beberapa negara. Bata plastik ini dapat mendukung program sosial seperti rumah layak huni dan renovasi fasilitas publik lainnya karena lebih ekonomis.

Pemerintah provinsi mulai menyiapkan skema pengelolaan sampah plastik dari TPA dan bank sampah agar bahan baku tercukupi. Selain sampah plastik yang dimanfaatkan masyarakat secara ekonomi. "Dengan begitu, kita punya alternatif pengelolaan sampah plastik lain yang tidak diperjulbelikan atau dimanfaatkan masyarakat.

Menurut Duncan Ward, pendiri Classroom of Hope, pihak investor sendiri telah menentukan besaran bahan baku dalam satu kali produksi, jenis sampah plastik yang dibolehkan serta komitmen transfer pengetahuan dan teknologi agar dapat dikembangkan sendiri oleh daerah. "Seperti yang kita tahu, skema kerjasama investasi juga membolehkan transfer teknologi. Kalau semua perizinan sudah selesai, tahun ini pabrik bisa langsung beroperasi", kata Duncan.

Kendala seperti pengumpulan satu ton bahan baku pabrik bata plastik dalam satu kali produksi dapat dibuatkan skema pengelolaaannya oleh pemerintah bersama kabupaten/ kota.

Kepala Dinas Perindustrian, Hj Nuryanti mengatakan pihaknya tengah menyiapkan lahan di STIPark seluas 20 hektar untuk bakal lokasi pabrik. Iapun sudah berkoordinasi dengan Dinas LHK agar distribusi bahan baku dapat tersedia dengan baik.

Sebelumnya, Classroom of Hope, lembaga nirlaba yang bergerak di bidang sosial ini membangun lima kelas dengan bata plastik untuk rehab bangunan sekolah yang terdampak gempa. Saat ini, pengerjaan kelima ruang kelas tersebut dalam proses agar dapat menjadi percontohan penggunaan bahan baku bata plastik dan bagian dari donasi kemanusiaan lembaga tersebut dalam pendidikan bagi anak anak korban gempa Lombok 2018 silam. (tim)