LIBUR LEBARAN, LONJAKAN KASUS COVID-19 DI NTB NAIK 25 PERSEN

Memasuki hari kedua libur lebaran di NTB, penyebaran virus covid-19 meningkat 25 persen. Lonjakan cukup signifikan ini diduga terjadi dari klaster kel
LIBUR LEBARAN, LONJAKAN KASUS COVID-19 DI NTB NAIK 25 PERSEN
Rekaman data peningkatan kasus covid-19 di NTB per 14 Mei 2021

MATARAM-kataberita.net. Memasuki hari kedua libur lebaran di NTB, penyebaran virus covid-19 meningkat 25 persen. Lonjakan cukup signifikan ini diduga terjadi dari klaster keluarga. Tidak sedikit warga yang abai prorokol kesehatan (prokes) saat melakukan silaturahmi keluarga.

Pemerintah daerah NTB, sebelumnya mengingatkan dan mengeluarkan larangan mudik bagi warga lokal NTB. Larangan mudik dikeluarkan untuk menghindari kerumunan di klaster keluarga dan kerumunan di tempat pemakaman. Meski sudah dilarang, namun banyak warga yang akhirnya nekat mudik. Kerumunan pun tidak terhindarkan.

Data yang dikeluarkan gugus tugas Peovinsi NTB, per tanggal 14 Mei 2021, memperlihatkan terjadi lonjakan kasus hingga 25 persen. Kasus penyebaran covid-19 di NTB terkonfirmasi 12.825 kasus atau terjadi peningkatan 62 kasus. Hari pertama libur lebaran tambahan kasus di NTB sebanyak 40 kasus. Kasus sembuh bertambah 15 kasus menjadi 11.117 kasus. Korban meninggal akibat terpapar virus mematikan ini menjadi 597 atau terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 4 orang.

Sekretariat Daerah Pemprov NTB, Lalu Gita Ariadi, dalam keterangan pers-nya meminta warga waspada dan taat prokes di sisa libur lebaran tahun ini. Gita Aryadi memgingatkan terjadi lonjakan tajam jika warga abai prokes. Penyebaran kasus covid-19 bisa saja menyebabkan tsunami kecil covid-19 di NTB. Sebaliknya, penyebaran kasus covid-19 bisa ditekan dengan meningkatkan kesadaran bersama menjaga protokol kesehatan. Tetap mengenakan masker dan menjaga jarak. "Cuci tangan di air mengalir dengan sabun setelah melakukan aktivitas silaturahmi dengan keluarga. Virus ini tidak keliatan tapi ada di sekitar kita. Karena itu waspadalah....," ujar Gita Aryadi mengingatkan, Jum'at (14/5).

Larangan mudik lokal NTB sempat viral dan menjadi polemik. Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah sempat mengijinkan warga mudik lokal NTB. Namun, belakangan pemerintah kembali menegaskan untuk tidak mudik di libur lebaran tahun ini.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, juga sempat melontarkan statemen tidak mempermasalahkan mudik lokal. Pertimbangannya karena mobilitas warga di NTB tidak terlalu tinggi seperti yang terjadi di pulau Jawa. Namun dengan pertimbangan potensi penyebaran virus covid-19, secara tegas mudik lokal NTB akhirnya dilarang pemerintah. (01)