OBYEK WISATA SENGGIGI SEPI PENGUNJUNG DI LIBUR LEBARAN

Tidak biasanya saat libur lebaran, kawasan obyek wisata Senggigi sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun nusantara.
OBYEK WISATA SENGGIGI SEPI PENGUNJUNG DI LIBUR LEBARAN
Obyek wisata Pantai Kerandangan, penyangga kawasan obyek wisata Senggigi sepi pengunjung

SENGGIGI-kataberita.net. Tidak biasanya saat libur lebaran, kawasan obyek wisata Senggigi sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun nusantara. Kondisi kawasan wisata Senggigi terpantau relatif sepi. Sepanjang Pantai Kerandangan Desa Senggigi, Pantai Duduk Desa Batulayar Barat, dan Pantai Tanjung Bias Desa Senteluk, Kamis (13/5) terpantau sepi. Biasanya, saat libur obyek wisata pantai kerap menjadi animo masyarakat lokal untuk berwisata.

Kapolsek Senggigi Kompol Bowo Tri Handoko, mengatakan sepanjang hari ini tidak ada kerumunan pengunjung di tempat wisata di wilayahnya. “Dimana, sebelumnya pengelola objek wisata sudah mengetahui dan memahaminya perihal adanya Surat Edaran dari Bupati Lombok Barat, tentang Pembatasan kegiatan selama bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M dalam masa pandemi covid-19,” tegas kapolsek.

Situasi ini merupakan hasil Pemantauan objek wisata yang ada di wilayah Kecamatan Batulayar di libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H di masa pandemi covid-19. “Pemantaun dilakukan secara mobiling dan stasioner, baik melalui kegiatan patroli, maupun penjagaan pada akses tempat wisata,” imbuhnya.

Selain melaksanakan pemantauan, personel tetap memberikan himbauan kepada masyarakat yang ada disekitar objek wisata terkait Surat Edaran Bupati Lombok Barat No 800/165/BPBD-LB/V/2021.“Melakukan himbauan Surat Edaran Bupati tentang Pembatasan kegiatan pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M dalam masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lobar,” katanya.

Yang terpenting, kapolsek menegaskan bahwa himbauan kepada warga masyarakat, untuk selalu mengikuti protokol Kesehatan juga gencar dilakukan.

“Guna mencegah penyebaran virus Covid-19 diantaranya mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan selalu menjaga jarak, sesuai dengan Perda Prov. NTB no. 7 tahun 2020,” pungkasnya.

Secara keseluruhan kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar, dan didukung oleh kegiatan penyekatan yang dilaksanakan pada dua titik di Kecamatan Batulayar. (tim)