SUHARSO : LANGKAH NTB KEMBANGKAN INDUSTRI SUDAH TEPAT

Suharso percaya, langkah NTB mengembangkan industri sudah sangat tepat.
SUHARSO : LANGKAH NTB KEMBANGKAN INDUSTRI SUDAH TEPAT
Kepala Bappenas, Suharso dan Gubernur NTB, Dr Zul dapat penjelasan petugas STIPark Banyumulek

LOMBOK BARAT-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan geliat industrialisasi di NTB akan berpengaruh secara nasional. Namun, kompetensinya harus tetap dijaga dan dikembangkan. Suharso percaya, langkah NTB mengembangkan industri sudah sangat tepat.

"Kalau berhasil merubah pasar lokal NTB maka tentu berdampak ekonomi secara nasional", ujar Monoarfa di STIPark Banyumulek, Kediri-Lombok Barat, NTB Ahad (02/5).

Dalam kunjungannya di Science and Technology Park, selain mendorong industri manufaktur untuk produksi motor listrik, Suharso juga mengapresiasi industri pakan ternak. Menurutnya industri ini sangat membantu dalam pengendalian harga komoditas daging dan kesejahteraan petani dan peternak.

Pemerintah provinsi, lanjut Suharso, perlu memikirkan regulasi insentif agar masyarakat mau membeli dan menggunakan sepeda listrik. Sebelumnya, industri manufakturnya perlu dibangun agar sepeda listrik ini dapat diproduksi massal dan dijual dengan harga terjangkau. Suharso sarankan komponen baterainya juga diproduksi oleg NTB sendiri.

Kunjungannya ke pabrik pakan ternak di STIPark Banyumulek, Menteri Suharso menegaskan, industri seperti pakan membutuhkan langkah integratif. Secara umum, produksi pakan ternak yang melimpah akan membuat komponen komoditas seperti daging menjadi terjangkau. Dengan begitu, komoditas lokal akan terlindungi dari serbuan komoditas impor dan mencegah inflasi. Di hulu, pabrik pakan ternak telah mulai membantu petani, peternak maupun nelayan dalam komponen nilai tukar yang selama ini membuat mereka sulit bersaing dengan produk luar. "Kita berharap NTB bisa menjadi contoh bagaimana industri bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat," imbuh Suharso.

Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah mengatakan, STIPark Banyumulek memang diharapkan dapat menghasilkan industri permesinan. Lembaga ini juga yanh mengolah komoditas dan bahan baku menjadi produk baru bernilai ekonomis tinggi. "Kita akan terus berupaya agar industrialisasi ini makin dikembangkan dalam banyak sektor. Sepeda listrik misalnya meski dibuat sebagai penanda alih teknologi di daerah, bisa saja diproduksi massal dan murah", jelas gubernur.

STIPark Banyumulek menargetkan tahun 2023 akan tercipta 1.000 purwarupa mesin industri. Nantinya siap dikembangkan ragam sektor selain inkubasi bisnis dan penyiapan wirausaha baru.

Dr Zul--sapaan gubernur--yakin, secara nasional, industrialisasi di NTB ini adalah yang pertama. Bahkan perda yang mengaturnya telah dibuat untuk melindungi IKM berproduksi dan masyarakat dapat terus berinovasi menemukan mesin dan teknologi menuju industri NTB bangkit. (tim)