SUKET RAFID TEST KADALUWARSA, PEZIARAH ASAL PEKALONGAN DI PUTAR BALIK

Pasalnya, suket rapid test sejumlah penumpang bus kadaluwarsa. Peziarah juga menolak dilakukan rapid test ulang sesuai prosedur protokol kesehatan (pr
SUKET RAFID TEST KADALUWARSA, PEZIARAH ASAL PEKALONGAN DI PUTAR BALIK
Bus pembawa peziarah asal Pekalongan putar balik menuju pelabuhan Padangbai-Bali

LEMBAR, kataberita.net - Rombongan peziarah Pawedan Buaran Pekalongan memilih putarbalik setelah menolak rapid test ulang. Rombongan peziarah ini berencana melakukan wisata ziarah ke sejumlah lokasi di Lombok, namun setibanya di pelabuhan Lembar, bos rombongan peziarah ini putar balik ke Bali. Pasalnya, suket rapid test sejumlah penumpang bus kadaluwarsa. Peziarah juga menolak dilakukan rapid test ulang sesuai prosedur protokol kesehatan (prokes).

Penyeberangan di pelabuhan Lembar sudah dibuka kembali, setelah ditutup sementara untuk penyeberangan orang. Polsek kawasan pelabuhan Lembar melakukan pemeriksaan dan penyekatan, terhadap pengguna jasa penyeberangan asal Padangbai-Bali, Kamis (20/5). Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu I Made Dharma Y.P mengatakan semua pengguna jasa yang masuk ke Lombok – NTB, dilakukan pemeriksaan kembali kelengkapan suket rafid tesnya. “Saat bongkaran di Pelabuhan penyebrangan PT ASDP Cabang Lembar, ditemukan satu unit Bus membawa rombongan Ziarah Pawedan Buaran Pekalongan dengan jumlah penumpang 45 orang,” ungkapnya.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, terkait kelengkapan suket rafid tes, dan ternyata sudah kedaluwarsa. “Sudah kedaluwarsa, maka dari itu dari pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), menyarankan harus rafid tes semuanya untuk para penumpangnya,” katanya.

Sebagai upaya atau langkah jajarannya, lanjut Dharma, pihaknya ingin memastikan dan mengantisipasi Potensi Penyeberan Covid-19 dari pintu masuk pelabuhan Lembar ke Pulau Lombok, dan NTB. “Disarankan untuk melakukan rafid test ulang, karena suket rafid tes yang dibawa sudah kedaluarsa, sehingga dari pihak Otoritas Pelabuhan Lembar karena kami mau ambil resiko,” ucapnya.

Langkah ini diambil untuk mendukung, upaya Lombok Barat yang tengah melakukan upaya pencegahan di momen Tradisi Lebaran Topat ini. “Ditengah-tengah upaya Lombok Barat dalam menekan angka penyebaran covid-19 di Lombok Barat, bahkan sampai melakukan penutupan tempat wisata, tentunya kami tidak mau mengambil resiko akan hal itu,” tegasnya lebih lanjut.

Namun karena pertimbangan tertentu, rombongan ini enggan melakukan rafid tes kembali dan memilih untuk putar balik ke pelabuhan asal atau menuju Bali.
“Ini kami jadikan evaluasi bersama Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Lembar, dimana selain mewaspadai suket rafid tes palsu, ternyata yang kedaluwarsa juga sangat berpotensi terjadi,” ucapnya.

Rombongan Bus Ziarah Pawedan Buaran Pekalongan akhirnya memutuskan tidak melanjutkan perjalanan, memilih bertolak menuju Padangbai-Bali. (02)