TAKBIR KELILING DILARANG, TEMPAT WISATA DITUTUP SEMENTARA

Forkopimda juga melarang ummat muslim menggelar takbir keliling untuk menghindari kerumunan dan penyebaran virus covid-19 lebih luas lagi.
TAKBIR KELILING DILARANG, TEMPAT WISATA DITUTUP SEMENTARA

 

LOMBOK BARAT-Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Barat-NTB sepakat menutup sementara tempat-tempat wisata selama libur lebaran. Forkopimda juga melarang ummat muslim menggelar takbir keliling untuk menghindari kerumunan dan penyebaran virus covid-19 lebih luas lagi.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, didampingi Kapolres Lombok Barat, Dandim 1606WB/Lobar, meninjau langsung pelaksananaan pengamanan Operasi Ketupat Rinjani 2021.
Kegiatan ini menyasar Pos Pengamanan (Pospam) Narmada, Pospam Giri Menang Square (GMS) dan Pospam Senggigi, Senin (10/5).

Fauzan Khalid, menilai, secara umum pelaksanaan pengamanan berjalan baik. Fauzan Khalid juga menyampaikan apresiasi mendalam anggota unsur TNI-Polri, Perhubungan, Pol-PP dan tim kesehatan. “Jadi setiap Posko di Lombok Barat itu ada juga Posko Kesehatannya, bahkan lebih jauh dari itu, pemadam kebakaran juga disiapkan,” ungkapnya.

Menyinggung rencana pelaksanaan shalat Idhul Fitri (Ied), bupati menegaskan sesuai himbauan yang telah disampaikan, sholat Ied tidak dilaksanakan di masjid masing-masing. “Bila perlu dirumah, jangan melakukan shalat Id seperti di lapangan atau masjid tetangga, dan juga tentunya harus taat dengan prokes Covid-19,” ujar Fauzan.

Khusus di malam takbiran, sambung Khalid, di Lombok Barat, tidak diperbolehkan melakukan takbiran keliling, sesuai dengan intruksi keputusan Forkopimda. “Baik takbiran keliling dari tingkat dusun, apalagi di atas tingkat dusun, itu tidak boleh ada, jika di masjid diperbolehkan, namun dengan catatan tetap taat prokes,” tegasnya.

Sementara tempat-tempat wisata juga mendapat perlakuan sama yaitu ditutup sementara sampai tanggal 17 Mei 2021. “Kita ingin melakukan tindakan secara preventif, tidak ingin ada penyebaran Covid-19,” terang Fauzan.

Fauzan mengingatkan bahwa, walaupun perkembangan covid-19 di Lombok Barat cenderung landai, bahkan mengalami penurunan, tetapi tidak boleh lalai akan hal ini. “Dari informasi yang kita dapat, di Beberapa Daerah sudah ada varian baru covid-19, menurut para ahli, varian baru ini bisa saja sudah ada masuk di Pulau Lombok,” katanya.

Diminta kepada Masyarakat, untuk memahami akan hal ini, sebagai bentuk tindakan preventif mencegah penyebaran covid-19 sejak dini. “Langkah yang dilakukan yaitu dengan menutup tempat wisata untuk sementara, menurutnya tempat wisata ini sangat berpotensi terjadinya kerumunan, terutama setelah Ramadhan,” tandasnya

Sementara itu, untuk mendukung kebijakan Pemerintah Daerah Lombok Barat, Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo, SIK menegaskan akan melakukan penyekatan pada tempat-tempat wisata, untuk memastikan tidak ada kerumunan.
“Untuk kesiapan kita, khusus di wilayah Senggigi telah menyiapkan dua area penyekatan, untuk memastikan bahwa di Tempat-tempat wisata tidak ada kerumunan,” ungkapnya.

Menurutnya, aktifitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa, namun dengan menerapkan protocol Kesehatan yang ketat, dan penyekatan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kerumunan.
Menyikapi pelaksanaan Malam takbiran dan Sholat Id, Kapolres menegaskan sebagaimana Surat Edaran Bupati, tetap merujuk kebijakan Pemerintah pusat. “Bila Desa tersebut masuk di Dalam Zona Hijau, diijinkan untuk melaksanakan Shalat Id, namun dengan menerapkan prokes-prokes yang sudah ada,” pungkasnya.

Hal senada juga disampikan oleh Dandim 1606WB/Lobar Kolonel Arm Gunawan S.Sos M.T., mengatakan, bahwa pada intinya fokus pada kegiatan pada hari H Idhul Fitri pelaksanaan Shalat Id.
“Sudah diatur sedemikian rupa, untuk membatasi kerumunan, sehingga untuk tidak melaksanakan Shalat Id bersama-sama atau terpusat,” ungkapnya.

Dandim juga menghimbau untuk menghindari kerumunan di Tempat-tempat wisata, dimana bila diberikan kelonggaran, Masyarakat sulit untuk membatasi diri. “Jadi memang kondisinya seperti itu, sehinga diharapkan pengertian masyarakat, untuk bersabar dimasa pandemic covid-19 ini, dan kerumunan tentunya berpeluang terjadinya penyebaran covid-19,” pungkasnya. (tim)