GREGET ASA PARIWISATA NTB BANGKIT DI SELA KUNJUNGAN SANDIAGA UNO

Greget, ingin melihat pariwisata Lombok Sumbawa segera bangkit. Itulah gambaran asa yang digantungkan pemerintah daerah NTB
GREGET ASA PARIWISATA NTB BANGKIT DI SELA KUNJUNGAN SANDIAGA UNO
Sisi lain di sela acara KolaborAksi on the road, Kadispar NTB beri cendramata ke Sandiaga Uno

BIMA, kataberita.net - Greget, ingin melihat pariwisata Lombok Sumbawa segera bangkit. Itulah gambaran asa yang digantungkan pemerintah daerah NTB, dan pemimpin daerah pemilik destinasi kabupaten/kota dari kunjungan ketiga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin Uno. Segudang daya tarik wisata di Lombok Sumbawa, diharapkan mampu menjadi magnet kebangkitan pariwisata dan ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19.

Harapan, ingin melihat pariwisata NTB bangkit setelah diterpa pandemi covid-19, terungkap dalam KolaborAksi on the road yang digelar Minggu malam (13/6) di pantai Lawata, Kota Bima-NTB.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, berharap harus ada event tahunan berskala nasional di Bima. Penguatan kawasan di bagian Timur Bima dengan KSP Labuan Bajo, juga diharapkan segera dibangun dan terealisasi.

Tidak mau kalah dengan Bima, Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Barat, IGB Subawanto, meminta dan berharap Pulau Kenawa biaa dikunjungi penggemar dan pecinta MotoGP. Masyarakat Sumbawa Barat juga berharap bisa menikmati perhelatan MotoGP di sirkuit MotoGP Mandalika. "Mimpi masyarakat Sumbawa Barat itu bisa terwujud jika akses transportasi udara yang didukung bandara yang mumpuni hadir di Sumbawa Barat. Setidaknya ada pelabuhan kapal cepat lintas Sumbawa-Lombok yang akan mengantar kami mewujudkan mimpi itu," terang Subawanto.

Tidak itu saja, pengembangan event-event berskala internasional juga diharapkan bisa hadir di Sumbawa Barat. Pulau Paseran dengan daya tariknya juga biaa menjadi destinasi pilihan berlibur bagi pecinta MotoGP saat event sport international ini mulai digelar.

Dari mimik wajah Sandiaga Uno, tanpak seperti ingin mengelus dada. Bangga sekaligus prihatin melihat semangat dan greget pemerintah daerah ingin melihat dunia pariwisata segera bangkit. Harapan yang sama juga dirasakan daerah lain yang ditetapkan destinasi super prioritas.

Sandiaga mengatakan, dalam pengembangan pariwisata perlu penguatan kolaboratif. Termasuk pengembangan people private partnership. Produk ekonomi kreatif juga perlu di dorong dan diharapkan ikut serta dalam program hibah ekraf senilai Rp. 60 miliar seluruh Indonesia. Pendampingan-pendampingan event oleh nasional tetap dilakukan meski tidak masuk dalam karisma event nasional. "Pengembangan travel pattern dengan Mandalika dan Labuan Bajo maupun Satonda akan dikoneksikan dengan Bali," jelas Sandiaga meyakinkan. (tim)