MESKI TERJADI LONJAKAN KASUS, WORK FROM BALI TETAP BERJALAN

Kemenparekraf tengah memikirkan metode yang tepat melaksanakan WFB, meski kasus covid-19 di Bali terus meningkat.
MESKI TERJADI LONJAKAN KASUS, WORK FROM BALI TETAP BERJALAN
Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja ke Bima-NTB

DENPASAR, kataberita.net - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan Work From Bali (WFB) tetap berjalan. Kemenparekraf tengah memikirkan metode yang tepat melaksanakan WFB, meski kasus covid-19 di Bali terus meningkat.

WFB didukung tujuh kementerian, untuk mendukung pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali sejak pandemi covid-19 meluas di tanah air. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menggelar rapat dan melakukan kerja dari Bali. WFB diharapkan mampu menggairahkan pariwisata dan ekonomi Bali yang terpuruk akibat pandemi.

"WFB tetap akan berlangsung di tengah lonjakan kasus covid-19 di Bali. Nanti kami akan pikirkan bagaimana metode yang tepat untuk menjalan WFB tanpa ada peningkatan kasus covid-19. WFB juga diharapkan memudahkan satgas dan pemprov Bali melakukan vaksin kepada masyrakat Bali," jelaa Sandiaga.

Percepatan vaksin dan menekan laju penyebaran covid-19 di Bali diharapkan ─Ćapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali. Jika vaksin dipercepat dan laju penyebaran covid-19 di Bali dapat ditekan, penerbangan internasional ke Bali dapat segera di buka. Kementerian pariwisata berharap penerbangan internasional ke Bali bisa dibuka kembali Juli mendatang.

Bali selama ini menjadi barometer tingkat kunjungan pariwisata dan ekonomi nasional. Untuk alasan ini, pemerintah berupaya keras memulihkan kembali pariwisata dan ekonomi Bali. Bali selama ini berkontribusi menyumbang lebih dari 50 persen data kunjungan pariwisata nasional.

Selain Bali, Lombok-Sumbawa juga memberi kontribusi signifikan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan nasional. Bulan Juli hingga Nopember mendatang, kunjungan wisatawan ke NTB diharapkan meningkat dengan digelarnya sejumlah event nasional dan internasional. "NTB harus mampu menjaga grafik penyebaran virus covid-19 ini tidak meningkat. Namun, solusi mengamankan penyebaran virus dari kalangan wisatawan harus dimunculkan bubble-bubble destinasi. Penentuan kawasan hijau berdasarkan bubble-bubble ini NTB akan cukup aman untuk dikunjungi," ujar pengamat pariwisata nasional, Taufan Rahmadi.

Menurut Taufan Rahmadi, agar kunjungan wisatawan nasional bisa tumbuh, ada baiknya penerbangan internasional dipindahkan sementara yang di Bali ke Lombok. Ini memungkin. Namun, NTB harus menyelesaikan aturan protokol kesehatan yang ketat dan penetapan rrgulasi kawasan wisata hijau. (01)