WASPADA! PULUHAN RIBU PEKERJA MIGRAN HARUS PULANG KARENA PANDEMI

Kepulangan pekerja migran indonesia (PMI) diwaspadai sejumlah pihak untuk menekan penularan covid-19 dari klaster PMI.

WASPADA! PULUHAN RIBU PEKERJA MIGRAN HARUS PULANG KARENA PANDEMI
Kunjungan kerja Moeldoko ke Lombok meninjau lokasi dan pembangunan fasilitas publik

JAKARTA, kataberita.net - Puluhan ribu tenaga kerja indonesia (TKI) dari sejumlah negara terpaksa 'pulang kampung'. Pandemi covid-19 jadi alasan utama, selain karena alasan lain yaitu habis masa kontrak. Kepulangan pekerja migran indonesia (PMI) diwaspadai sejumlah pihak untuk menekan penularan covid-19 dari klaster PMI.

Data yang dikeluarkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pusat, PMI yang pulang ke tanah air bulan April-Mei lalu mencapai 49.682 pekerja. Negara Malaysia sendiri mendeportasi 7.300 pekerja asal Indonesia terkait beberapa masalah. Termasuk karena alasan pandemi. Di bulan Juni-Juli, sekitar 39.402 pekerja, juga akan dipulangkan karena habis masa kontrak kerja. Inilah yang diwaspadai sejumlah kalangan, khususnya di daerah guna menekan tingkat penyebaran virus mematikan ini.

Dari jumlah data pemulangan PMI tersebut, bulan Mei lalu sekitar 13.541 PMI diantaranya berasal dari Nusa Tenggara Barat. Pemerintah daerah NTB juga harus menyiapkan langkah konkrit menangani PMI agar tidak menimbulkan dampak lebih luas ke sektor lain. Penanganan sistematis dan penerapan protokol kesehatan yang disiplin menjadi kunci penanganan kepulanhan PMI ke tanah air.

Kepala BP2MI, Beni Ramdani, dalam wawancaranya di Metro TV, menyampaikan penanganan PMI saat tiba di tanah air harus diberi kemudahan. Mengingat kontribusi PMI untuk pendapatan negara sangat signifikan. Kontribusi PMI ke negara mencapai Rp.159,6 triliun. Jika harus dilakukan karantina, PMI harus mendapat pelayanan dengan fasilitas negara. "Selain mendapat perhatian ekstra, penanganan PMI di tanah air selama pandemi, menjadi langkah antisipasi penyebaran covid-19 dari klaster PMI," saran Beni.

Pemulangan tenaga kerja Indonesia asal NTB, juga penting mendapat perhatian. Sektor pariwisata NTB sedang berbenah menuju pagelaran sejumlah event dunia. Diantaranya ada L'etape, world superbike dan motoGP. Event internasional yang sudah di depan mata, tidak boleh terganggu oleh informasi peningkatan statistik penyebaran covid-19 yang tidak terkendali.

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, dua hari melakukan kunjungan kerja di NTB, memastikan persiapan dan pembangunan fasilitas sebelum event dunia digelar, semua berjalan sesuai rencana. Agenda event dunia yang akan dihelat di kawasan KEK Mandalika harus berjalan maksimal. "Protokol kesehatan harus ditaati. Jika penyebaran virus bisa ditekan, maka semua agenda dunia ini bisa berjalan lancar dan aman," tegas Moeldoko. (01)