PINTU MASUK LOMBOK DIPERKETAT

Salah satu pintu masuk Lombok, pelabuhan Lembar, menjadi perhatian khusus petugas penanggulangan covid-19 pemerintah daerah NTB.
PINTU MASUK LOMBOK DIPERKETAT
Aparat dari jajaran Polres Lombok Barat melakukan pemeriksaan penumpang

LOMBOK BARAT, kataberita.net - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, resmi diterapkan pemerintah. Bali, yang secara geografis berdekatan Lombok, juga menerima imbas dari penerapan kebijakan ini. Salah satu pintu masuk Lombok, pelabuhan Lembar, menjadi perhatian khusus petugas penanggulangan covid-19 pemerintah daerah NTB.


Pelabuhan Lembar, menjadi perhatian satgas covid-19 kabupaten dan di-backup penuh jajaran Polres Lombok Barat, melakukan pengetatan arus penumpang dan kendaraan. Arus penyeberangan orang dan kendaraan, dari dan ke Bali di pelabuhan ini terpantau cukup padat. Rata-rata jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk Lombok, mencapai ribuan penumpang. Meski PPKM Darurat diberlakukan untuk Jawa-Bali, pemerintah daerah tetap melakukan antisipasi dan pengawalan intensif untuk menghindari penyebaran covid-19 dari luar Lombok-Sumbawa.

Penyisiran penumpang dan kendaraan, menjadi perhatian serius jajaran Polres Lombok Barat, di pelabuhan penyeberangan Lembar dan pelabuhan Pelindo III Gilimas Lembar. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar Ipda Irvan Surahman, mengatakan langkah ini diambil bersama dengan pihak terkait, untuk mengantisipasi dampak PPKM Darurat di Pulau Lombok.

“Diprediksi bahwa, selama pemberlakuan PPKM darurat di Jawa Bali, banyak masyarakat memilih ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Pelabuhan Lembar tidak hanya sebagai akses masuk Pulau Lombok, namun juga pulau Sumbawa. Pemeriksaan arus penyeberangan orang dan kendaraan lebih diperkat lagi," tegas Irvan.

Pantauan petugas, lanjut Irvan, difokuskan pada pemeriksaan orang dan barang, pemeriksaan surat kendaraan dan surat keterangan rapid tes antigent bagi penumpang, untuk memastikan pergerakan orang yang akan masuk ke NTB melalui pelabuhan Lembar sudah sesuai dengan ketentuan dan penerapan protokol kesehatan," ucapnya.

Bila ditemukan tidak memiliki surat keterangan tes antigent atau kedaluarsa, akan dilakukan rapid test ulang. Jika ada yang menolak melakukan rapid antigent ulang, akan dikembalikan ke pelabuhan asal. Jika ditemukan positif terkonfirmasi covid-19, dilakukan tindakan isolasi sementara.

“Sebagai langkah antisipasi, pengetatan dan pemeriksaan ini tidak hanya berlaku bagi penumpang, namun untuk semua pengguna jasa penyeberangan, termasuk mobil logistik yang masuk melalui pelabuhan Lembar atau Gilimas,” katanya.

Selebihnya, tegas Irvan, pemeriksaan barang juga juga menyasar senjata tajam, bahan peledak, narkoba, serta barang berbahaya lainnya. “Sampai saat ini Penyeberangan masih terpantau normal, namun demikian langkah ini akan dilakukan secara berkelanjutan, dengan bersinergi dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (02)