PT GTI MEMANAS, DZ BANTAH CAWE-CAWE DAN TERIMA UANG 'DI BAWAH KOLONG'

Dr Zul membantah cawe-cawe dengan pengusaha dibalik kasus PT. GTI. "Apalagi sampai terima uang
PT GTI MEMANAS, DZ BANTAH CAWE-CAWE DAN TERIMA UANG 'DI BAWAH KOLONG'
Kondisi Gili Trawangan setelah diterpa pandemi covid-19

MATARAM, kataberita.net - Kasus adendum PT GTI (Gili Trawangan Indah) kembali memanas. Kali ini datang dari warga penghuni Gili Trawangan yang menolak adendum. Tudingan oknum warga yang menilai Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ikut main mata dalam kasus ini, ditepis Dr Zul. Dr Zul membantah cawe-cawe dengan pengusaha dibalik kasus PT. GTI. "Apalagi sampai terima uang di bawah kolong meja," katanya.

Penolakan warga terhadap langkah pemerintah menempuh adendum dalam kasus PT GTI muncul di media sosial kanal youtube akun milik salah seorang warga di Gili Trawangan. Pemilik akun media sosial ini memberi judul di kanal itu 'surat cinta untuk Jokowi keluhan rakyat Gili Trawangan Indonesia. Hal senada juga muncul di story facebook akun milik adim golden. Dalam akun facebook itu, tertulis "Kenapa bang Zul kasih kesempatan untuk periode tambahan? Motivasinya tentu akan ditafsir secara bebas oleh publik, meski terus bang Zul menghindarinya. Ada duit di kolong meja bisa jadi adalah salah satu bentuk tafsir liar publik dalam menilai kebijakan yang bang Zul tempuh," tulis pemilik akun dalam bentuk e-foster.

Memanasnya kembali kasus PT GTI ini sebelumnya ditanggapi dingin DZ (sapaan akrab Dr Zul). Setelah didesak pegiat pariwisata, Taufan Rahmadi, akhirnya DZ buka mulut menjawab tudingan miring kelompok warga Gili Trawangan itu. DZ justru ingin menempuh langkah damai untuk melindungi warganya, masyarakat NTB pada umumnya.

DZ memberi sinyal, keberaniannya mengungkap kasus PT GTI karena merasa tidak terlibat dalam kasus ini. "Bang, kalau saya cawe2, apalagi terima uang di kolong meja gak mungkin....
Justru saya berani ungkap kasus ini karena saya merasa tidak terbebani apa2. Saya nggak tersandra apa2.," tulis DZ dalam chat DZ kepada Taufan Rahmadi.

DZ juga mengaku tidak mengenal pengusaha atau investor PT GTI. ".....mau GTI mau pengusaha ilegal, semua saya nggak kenal. Makanya agar semua clear dan tak menabrak aturan saya minta Jaksa yg turun...," lanjut DZ.

DZ juga minta warga di Gili Trawangan tidak berprasangka buruk dulu. DZ juga mengaku masih berkokitmen membela kepentingan rakyat NTB. "InsyaAllah kepentingan rakyat selalu saya pesankan yg harus dibela terlebih dahulu...!" tulis DZ lagi.

Di sisi lain, DZ memberi sinyal ada yang tidak beres dalam kasus PT GTI di Gili Trawangan. Beberapa oknum perangkat desa juga terendus aparat dan menyebabkan kegaduhan di Gili Trawangan. Keterlibatan sejumlah pihak lalu ingin 'cuci tangan' setelah kasus ini mencuat cukup memakan waktu untuk diungkap. Namun DZ percaya secara perlahan kasus ini terang benderang. Warga Gili Trawangan dan masyarakat NTB diminta tenang terlebih dahulu dan berpikir positif terhadap pemerintah dan petugas yang tengah menyelidiki kalanjutan kasus ini. (01)