TIM PUMA LOMBOK BARAT, BUBARKAN PESTA MIRAS KERUMUNAN PEMUDA

Tidak saja mengawasi gangguan masyarakat akibat minuman keras (miras), Tim Puma 8 juga mencegah potensi gangguan lain yang menimbulkan keresahan masya
TIM PUMA LOMBOK BARAT, BUBARKAN PESTA MIRAS KERUMUNAN PEMUDA
Kelompok pemuda yang ditemukan berkerumun dan meresahkan warga

LOMBOK BARAT, kataberita.net - Patroli sepanjang malam, menyisir kawasan pinggiran kota Gerung, Tim Puma 8 Samapta Polres Lombok Barat membubarkan kerumunan pemuda. Selain tidak taat prokes, kerumunan pemuda ini juga sedang pesta miras. Tidak saja mengawasi gangguan masyarakat akibat minuman keras (miras), Tim Puma 8 juga mencegah potensi gangguan lain yang menimbulkan keresahan masyarakat. Diantaranya kendaraan knalpot bising, tanpa lampu, kendaraan 'bergoyang' di tempat gelap dan sepi, serta gangguan lain yang dapat meresahkan masyarakat.

Kasat Samapta Polres Lombok Barat, AKP Bambang Indrat mengatakan, di malam akhir pekan, jajarannya melakukan kegiatan patroli preventif dan represif di wilayah hukum Polres Lombok Barat melibatkan tim puma 8 Polres Lombok Barat. “Kami menurunkan Tim Puma 8 Sat Samapta Polres Lobar, menyisir lokasi-lokasi yang berpotensi rawan kamtibmas, dilakukan sepanjang malam hingga dini hari,” ungkapnya kepada wartawan.

Pola patroli yang kami diterapkan jajarannya, ujar Bambang lebih lanajut, berdasarkan waktu rawan dan tempat yang berpotensi rawan kejahatan, yaitu kasus menonjol (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor) di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Bambang menjekasjan, sekitar pukul 23.20 wita, kami mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada kelompok pemuda yang sedang minum miras, yang meresahkan masyarakat. Selanjutnya tim puma 8 yang sedang melakukan patroli, langsung mendatangi TKP dan ternyata benar menemukan kelompok pemuda yang sedang minum miras. Setelah diperiksa, ternyata benar sedang pesta menuman keras, itu diketahui dari sisa minuman di botol, terhadap kumpulan pemuda ini kemudian dilakukan pembinaan. Setelah dihimbau agar tidak melakukan aktifitas yang dapat meresahkan orang lain, sekelompok pemuda ini kemudian diarahkan pulang ke rumah masing-masing.

"Patroli kemudian dilanjutkan menyisir jalan By Pass BIL II, dalam rangka mengantisipasi balap liar dan begal yang rawan terjadi di lokasi ini. Sekitar pukul 00.40 wita, Minggu (4/7), dalam kegiatan patroli di wilayah BIL II, anggota kami menemukan satu unit sepeda motor menggunakan knalpot bising melintas di lokasi ini,” katanya.

Pengendara tersebut kemudian diberhentikan petugas, diberikan pemahaman terkait larangan menggunakan kenalpot bising, dan meminta untuk menggantinya ke knalpot standar. “Tindakan ini diambil, dimana jelas-jelas dapat menggangu Masyarakat, dan juga berkeliaran pada jam rawan dan lokasi sepi, tentunya dapat memancing aksi kejahatan,” ucapnya.

Sebagai peringatan dan untuk memberikan efek jera, pelanggar diberikan tindakan fisik terukur, berupa tindakan push up, untuk menyadari kesalahannya dan mengganti knalpotnya.

“Tidak hanya itu, sekitar pukul 02.00 wita giat patroli di wilayah BIL I, menemukan pengendara sepeda motor melintas tanpa lampu, kemudian petugas melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan,” imbuhnya.

Atas temuan ini, terhadap pengendara ini diarahkan untuk langsung pulang ke rumah, dan segera memperbaiki lampu kendaraannya, karena sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan lalulintas,” terangnya.

“Sekitar pukul 03.30 wita, petugas menemukan menemukan mobil yang terparkir di Bahu Jalan Bil II, di Lokasi yang cukup gelap dan sepi, sehingga dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan, ternyata pengemudi sedang mengalami ngantuk berat, sehingga memutuskan beristirahat di pinggir jalan.
“Namun demikian, kalau memang untuk berisitirahat, kami arahkan untuk mencari lokasi yang lebih aman, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (02)