'WELCOME TO LOMBOK', DESTINASI RAMAH PANDEMI

Welcome to Lombok Sumbawa. Inilah upaya dan berbagai langkah kita tempuh untuk tetap menjaga daerah kami menjadi primadona di mata wisatawan

'WELCOME TO LOMBOK', DESTINASI RAMAH PANDEMI
Kadispar NTB, Yusron Hadi, saat berdiskusi dengan berbagai pihak lahirkan zona wisata hijau

MATARAM, kataberita.net - Lombok-Sumbawa terus berbenah dan berinovasi agar wisatawan tetap bisa berwisata di tengah pandemi. Menciptakan bubble-bubble (baca; destinasi wisata hijau) adalah salah satunya. Untuk memperkuat keberadaan bubble ini, pemerintah bahkan telah merancang peraturan gubernur (pergub). Melahirkan pergub dimaksudkan untuk memotivasi masyarakat lebih bersemangat menjaga wilayahnya bebas dari cengkraman covid-19. Pergub ini sekaligus menjadi jaminan wisatawan tetap aman dan nyaman selama berwisata di Lombok Sumbawa.

"Welcome to Lombok Sumbawa. Inilah upaya dan berbagai langkah kita tempuh untuk tetap menjaga daerah kami menjadi primadona di mata wisatawan. Walaupun di era pandemi covid-19 ini," tukas Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, Selasa (6/7) di Mataram.

Berbagai kemudahan, lanjut Yusron, akan diberikan wisatawan supaya betah berwisata di Lombok Sumbawa. Terlebih Lombok khususnya akan menjadi tuan rumah sejumlah event nasional dan internasional dalam waktu dekat. Berusaha menjaga rasa aman dan nyaman, selama wisatawan berada di Lombok dan di tengah suasana pandemi, menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah NTB. Ide menciptakan regulasi (pergub) akhirnya muncul.

Pergub ini nantinya akan mengatur masyarakat NTB, menjaga wilayahnya masing-masing selama pandemi berlangsung. Menjaga dari ancaman penyebaran covid-19, menjaga lingkungan tetap sehat dengan menerapkan 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan menahan diri tidak keluar jika tidak ada urusan mendesak). Selain harus tervaksin, masyarakat di destinasi pariwisata dan desa penyangga sekitar objek wisata juga harus menjaga wilayahnya tetap nol kasus covid-19.

Pengamat pariwisata nasional, Taufan Rahmadi, sangat mendukung dilahirkannya pergub zona wisata hijau ini. Setelah pergub keluar akan muncul bubble-bubble destinasi (obyek wisata) island (baca; gili), dan village (desa) sebagai obyek wisata ramah pandemi. Aman dikunjungi. "Pergub ini harus terus didorong. Pergub ini akan menjadi acuan. Ada aturan yang harus disiapkan masyarakat setempat agar wilayahnya aman dari pandemi dan layak dikunjungi wisatawan. Pedoman dan aturan ini akan menuntun masyarakat tetap disiplin menjalankan prokes," harap Taufan Rahmadi.

Tidak saja di destinasi, payung hukum kehadiran bubble-bubble ini, juga mengatur bidang lain yang bersinggungan langsung dengan dunia pariwisata. Sebut saja industri, transportasi, dan penyedia jasa lain yang bersentuhan langsung dengan pariwisata.

"Inilah yang mendorong semangat kami, bersama insan pariwisata di NTB, agar Lombok Sumbawa tetap aman dikunjungi wisatawan di tengah pandemi. Terlebih data empirik menunjukkan kasus covid-19 di NTB tidak menunjukkan grafik peningkatan drastis. Selama ini saya perhatikan masih melandai. Kalaupun ada peningkatan kasus tidak terlalu signifikan. Dan beberapa hari kemudian turun lagi," pungkas Taufan Rahmadi. (01)