YUSRON : MEDIA JANTUNGNYA PARIWISATA

Yusron menilai media massa lah yang memiliki peran strategis dalam usaha mempercepat pemulihan pariwisata.
YUSRON : MEDIA JANTUNGNYA PARIWISATA
Sesi wawancara Kadispar NTB, Yusron Hadi dengan wartawan

MATARAM, kataberita.net - Hampir dua tahun, dunia pariwisata terpuruk akibat pandemi covid-19. Terpuruknya dunia pariwisata juga memberi dampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi warga. Bak dua sisi keping mata uang, satu sama lain saling menopang. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, menyadari sekali pentingnya pemulihan pariwisata sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi warga. Di sisi lain, pemulihan pariwisata butuh anggaran besar untuk berpromosi. Di tengah masa sulit ini, Yusron menilai media massa lah yang memiliki peran strategis dalam usaha mempercepat pemulihan pariwisata.

"Media adalah jantungnya pariwisata. Media memiliki fungsi promosi, kehumasan dan informasi publik. Karena fungsinya ini dinas pariwisata harus menguatkan sinergi untuk pemulihan pariwisata NTB," terang Yusron saat bertemu wartawan di media centre Dinas Pariwisata NTB, Jum'at (3/7).

Karena kondisi pamdemi, lanjut Yusron, orang tidak bisa bergerak kemana-mana sedang pariwisata ingin orang bergerak kemana mana. Secara nasional, NTB masih relatif aman. Namun kita tidak boleh lengah. Terbukti, pantauan sederhana di pintu masuk pelabuhan Lembar dan Bandara, kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa meningkat cukup signifikan. Terlebih sekarang sedang libur sekolah. "Kami harap kondisi bisa berlangsung lama dan bisa kita jaga agar tetap kondusif," harap Yusron.

Harapan Yusron, agar masyarakat ikut menjaga kondisi ini tidak berlebihan. Mengingat, di depan mata ada event-event besar berskala nasional dan internasional di Lombok Sumbawa. Sebelum event-event ini terselenggara, grafik penyebaran covid-19 di NTB harus terus melandai. Jika stabilitas penyebaran covid-19 bisa dijaga, maka kepercayaan dunia luar dan wisatawan bisa meningkat.

Usaha lain yang dilakukan pemerintah daerah NTB meningkatkan rasa aman dan nyaman, adalah mempercepat vaksin dan fasilitas pendukung pariwisata sudah ter-CHSE. "NTB juga tengah menyiapkan regulasi kawasan zona hijau wisata, termasuk menyiapkan SOP di destinasi. Langkah lain adalah segera kita launching bubble destinasi, island dan village. Kawasan-kawasan ini akan menjadi zona hijau wisata yang bersahabat dengan pandemi," jelas Yusron lebih rinci.

Terkait fasilitas pendukung pariwisata yang sudah terCHSE, Yusron menegaskan, kawasan-kawasan hijau wisata menjadi prioritas CHSE dan vaksin 100 persen. Diantara kawasan prioritas zona hijau wisata diantaranya tiga gili, kawasan mandalika dan Desa Sembalun. Itu di pulau Lombok. Di Pulau Sumbawa ada kawasan pulau Moyo dan Gunung Tambora. (01)