POTENSI DESA WISATA AIK NYET INI BUTUH SENTUHAN KHUSUS

Namun, tidak sedikit obyek wisata yang butuh sentuhan khusus untuk menjadikannya sebagai kawasan bernilai ekonomis.
POTENSI DESA WISATA AIK NYET INI BUTUH SENTUHAN KHUSUS
Kadispar NTB, Yusron Hadi saat melihat dari dekat salah satu sudut desa Aik Nyet Buwun Sejat

LOMBOK BARAT, kataberita.net - Mengulik potensi obyek wisata di Lombok-Sumbawa seakan tak pernah ada habisnya. Banyak potensi obyek wisata yang tiba-tiba viral di berbagai media sosial setelah dikunjungi wisatawan lokal. Namun, tidak sedikit obyek wisata yang butuh sentuhan khusus untuk menjadikannya sebagai kawasan bernilai ekonomis.

Salah satunya, obyek wisata di kawasan desa wisata Aik Nyet Buwun Sejati, Sesaot-Lombok Barat ini. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, tak henti berdecak kagum melihat potensi wisata Lombok di berbagai sudut kawasan desa wisata. "Tinggal sedikit memberi sentuhan. Infrastrukturnya dibenahi, fasilitas publiknya tercukupi, maka kawasan ini bisa menjadi obyek wisata yang menarik. Terlebih jika dijadikan obyek wisata yang unik berkat dukungan kondisi alamnya yang masih virgin," ujar Yusron Hadi kagum, Rabu (15/9) usai melihat dari dekat kecantikan kawasan ini.

Obyek wisata ini, lanjut Yusron Hadi, mungkin tidak bisa diklaim sebagai obyek wisata baru. Potensi alam ini betada di kawasan Desa Wisata Aik Nyet Buwun Sejati, Sesaot. Sebagai obyek pendukung desa wisata, potensi semacam ini butuh sentuhan khusus untuk menjadikan kawasan ini lebih bernilai ekonomis. "Bisa saja, ke depan obyek ini menjadi kawasan favorit wisatawan lokal atau nasional. Kondisi alamnya sangat mendukung untuk dijadikan sebuah obyek wisata yang unik," gagas Yusron Hadi cerdas.

Banyak obyek wisata dunia atau nusantara, bisa dijadikan referensi menata kawasan ini. Jika digabungkan dengan kearifan lokal budaya setempat maka kawasan ini bisa menjadi kawasan yang berbeda dengan obyek lain di mana pun. Ini yang dimaksud Yusron Hadi aebagai sentuhan khusus itu. "Bahkan jika debit airnya cukup, kawasan ini bisa menjadi obyek wisata rafting. Atau kawasan yang di tata sebagai lokasi wisata kuliner yang unik," imbuhnya.

Yuli, salah seorang pendamping dari lembaga swadaya masyarakat sepakat dengan jalan pikiran Yusron Hadi. "Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif sudah memberi support dan perhatian kawasan Sesaot ini. Tapi, memang masih perlu sentuhan khusus, penataan kawasan, perbaikan akses dan fàsilitas publik pendukung kawasan. Tentu masih banyak perhatian lain untuk mendukung obyek ini bisa memiliki nilai plus di mata masyarakat dan pemerintah," jelasnya.

Akademisi yang juga motivator pariwisata NTB, Halus Mandala juga sepakat dengan pernyataan Yusron Hadi. Selain sentuhan penataan secara fisik. Peningkatan kapasitas pembangunan Sumber Daya Manusia masyarakat setempat juga menjadi bagian penting penataan kawasan ini. "Jika SDM manusianya bagus, saya yakin, ke depan kawasan ini bisa menjadi kawasan yang lebih bagus sebagaimana yang diharapkan banyak pihak. Karena itu peningkatan kualutas SDM ini saya angga0 juga cukup penting," pungkas Halus Mandala. (01)