BAKAL 'BANJIR' TURIS, DESA WISATA SENARU DIBEKALI ILMU MITIGASI BENCANA

Menghadapi serbuan wisatawan, pelaku usaha Desa Wisata Senaru dibekali ilmu mitigasi bencana.
BAKAL 'BANJIR' TURIS, DESA WISATA SENARU DIBEKALI ILMU MITIGASI BENCANA
Sesi peningkatan kapasitas mitigasi bencana bagi pelaku wisata

LOMBOK UTARA, kataberita.net - Jelang perhelatan World Superbike (WSBK) dan MotoGP, Lombok-Sumbawa bakal diserbu wisatawan. Selain untuk menonton sport event di Sirkuit Mandalika, pesona Sembalun dan Desa Wisata Senaru bisa menjadi daya tarik wisatawan asing. Terlebih keindahan Sembalun dan Senaru kerap menjadi perbincangan dunia sejak meraih gelar halal tourism awards. Menghadapi serbuan wisatawan, pelaku usaha Desa Wisata Senaru dibekali ilmu mitigasi bencana.

Daya tarik Sembalun dan Desa Wisata Senaru sangat erat dengan keberadaan Gunung Rinjani. Dua desa ini, tepat berada di kaki Gunung Rinjani. Jelang akhir pekan, dua desa yang menjadi icon wisata Lombok Utara selalu dipadati wisatawan. Meski tergolong rawan bencana, namun tak menyurutkan minat wisatawan antusias mengunjungi kawasan Rinjani dan sekitarnya. Sebelum pandemi, tingkat kunjungan wisatawan ke Gunung Rinjani dan sekitarnya mencapai angka 3.000 kunjungan wisatawan.

Mengantisipasi kunjungan wisatawan jelang perhelatan WSBK dan MotoGP, pelaku wisata di Desa Senaru dibekali ilmu mitigasi bencana. Pelatihan yang diinisiasi Dinas Paeiwisata NTB ini, disambut antusias pelaku wisata. Pelatihan akan berlangsung dua hari (22-23 Oktober 2021) agar peserta lebih sigap dan tanggap bencana. "Kami harap pelaku wisata di kaki Rinjani memiliki kemampuan mitigasi dan adaptasi bencana yang mumpuni," ujar Kabid Destinasi Dinas Pariwisata NTB, Ahlul Wakti, penuh harap.

Pelatihan dipandu secara profesional dengan menghadirkan trainer dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. Pelatih BMKG, Yudhit Adiyatma, mengupas manajemen resiko dan bencana, info khusus pariwisata, dan info sebaran titik panas.

Sementara, Mustakim, dari unsur BPBD NTB, memperdalam wawasan peserta terkait Regulasi dan Tantangan dalam Melaksanakan Mitigasi Bencana dan Pengelolaan Krisis Kepariwisataan Akibat Bencana. "Menyadari NTB yang rawan bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami, pelaku wisata harus mampu melakukan upaya antisipasi dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dasar kebencanaan," papar Mustakim.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, menegaskan ilmu mitigasi bencana ini sangat penting. "Meningkatkan pemahaman, kemampuan dan keahlian pengelola desa wisata untuk mitigasi dan adaptasi bencana di desa wisata masing-masing sangat penting. Desa-Desa wisata hendaknya memiliki SOP penanggulangan maupun penanganan bencana. Termasuk menetapkan jalur-jalur evakuasi dan meeting point," pungkas Yusron. (*)