DUA RIBU MERPATI HIASI LANGIT BIRU ARENA FESTIVAL DARA NGINDANG

Tidak kurang dari dua ribu ekor burung merpati (dara, red), hiasi langit biru desa Lendang Belo, Lombok Timur-NTB
DUA RIBU MERPATI HIASI LANGIT BIRU ARENA FESTIVAL DARA NGINDANG
Langit biru Desa Lendang Belo dihiasi ribuan burung merpati peserta dara ngindang

LOMBOK TIMUR, kataberita.net - Tidak kurang dari dua ribu ekor burung merpati (dara, red), hiasi langit biru desa Lendang Belo, Lombok Timur-NTB. Ribuan burung merpati ini dilepas berhamburan sebagai simbol dimulainya festival dara ngindang (merpati terbang) 2021. Festival dara ngindang ini diprakarsai kelompok sadar wisata (pokdarwis) Lombok Timur, menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Lombok-Sumbawa. Terlebih jelang perhelatan event world superbike (WSBK) dan MotoGP Maret 2022 tahin depan.

Dara Ngindang, dalam bahasa Sasak--suku di Lombok, secara harpiah berarti merpati terbang, melayang. Ngindang bisa juga mengandung makna 'berpetualang'. Sang burung merpati, berpetualang, berputar mengelilingi desa untuk mencari pasangan hidupnya. Proses ngindang ini baru dinyatakan sukses atau berhasil ketika si burung merpati jantan berhasil membawa pulang si betina ke kandangnya.

Burung merpati simbol kesetiaan

Dikemas demikian apik, festival dara ngindang, menjadi kian menarik karena mampu menghadirkan wisatawan asing. Terlebih disisipkan story telling tentang makna lain istilah 'dara ngindang' dalam makna cinta muda-midi. "Dara ngindang adalah burung merpati yang dilepas dari tengah sawah pada sore hari. Jelang magrib (sekitar pukul 6 sore) merpati akan pulang ke sarangnya membawa pasangan. Bisa berhasil bisa tidak. Tergantung upaya sang merpati memikat pasangannya," jelas Ketua Pokdarwis NTB, Ahyak Mudin, tentang arti dara ngindang yang sebenarnya, Kamis (21/10) di Lendang Belo, Lombok Timur.

Di tengah pandemi, lanjut Ahyak, kita harus mampu menciptakan program-program kreatif. Bisa menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke destinasi wisata. Kemudian, bagaimana mengemasnya agar memberi kesan bagi wisatawan yang hadir dalam event dara ngindang ini. Event dara ngindang adalah event tahunan, yang di tengah pandemi ini merupakan event ke dua.

Pegiat pariwisata, Taufan Rahmadi, melihat event dara ngindang memiliki potensi jual ke wisatawan sebagai sebuah atraksi budaya. Namun, masih perlu perbaikan agar sajian event dara ngindang bisa jadi lebih menarik sebagai sebuah sajian wisata. "Penting untuk dilakukan pembenahan ke depan perihal promosinya, management event-nya dan keterlibatan pentahelik. Agar event ini bisa menjadi milik semua pihak dan bermanfaat untuk banyak pihak," harap Taufan Rahmadi.

Hadir juga dapam event dara ngindang-Lendang Belo, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi. Yusron ikut merasakan sensasi melepas puluhan merpati ke langit biru Lendang Belo. "Sensasinya luar biasa. Jika ditata lebih apik, event ini bisa jadi lebih menarik. Dan bisa dijual sebagai sebuah sajian budaya yang unik," pungkas Yusron Hadi. (01)