INI ATURAN BARU PENERBANGAN DOMESTIK

Banyak calon penumpang pesawat terbang penasaran perihal aturan penerbangan domestik.
INI ATURAN BARU PENERBANGAN DOMESTIK
Aktivitas penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali ditengah pemberlakukan PPKM

JAKARTA, kataberita.net - Banyak calon penumpang pesawat terbang penasaran perihal aturan penerbangan domestik. Penasaran calon penumpang, khususnya penerbangan domestik, tidak lepas dari kembali diperpanjangnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 2 pekan mendatang. Terhitung mulai 19 Oktober hingga 1 November 2021.

Aturan penerbangan domestik terbaru, mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19. Aturan ini berlaku efektif mulai 24 Oktober 2021 mendatang.

Berikut aturan yang harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara. Seperti yang dirangkum detikcom.

Aturan Penerbangan Domestik Terbaru: Ikuti Protokol Kesehatan
Sebelum mengetahui lebih jelas soal aturan penerbangan domestik terbaru, dalam SE terbaru, calon penumpang diminta mematuhi pengetatan protokol kesehatan, dengan menerapkan beberapa aturan berikut ini:

Pertama, wajib menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan jenis masker kain 3 lapis atau masker medis.
Kedua, dilarang berbicara selama di dalam pesawat, baik dengan telepon atau secara langsung atau searah atau dua arah. Ketiga, penumpang dilarang makan dan minum untuk waktu penerbangan kurang dari 2 jam. Aturan dikecualikan bagi penumpang dengan keadaan tertentu yang diwajibkan mengkonsumsi obat tertentu di jam tertentu.

Dalam SE terbaru, ada dua syarat yang harus dipastikan sebelum keberangkatan, yaitu vaksin dan hasil tes negatif COVID-19. Ketentuannya seperti berikut ini:

Penerbangan dari atau ke bandar udara di wilayah Jawa dan Bali, antar kota di Jawa dan Bali, serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4 sesuai Inmendagri terbaru, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Jawa dan Bali yang ditetapkan masuk kategori PPKM level 1 dan 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif antigen maksimal 1x24 jam.

Pengecualian kewajiban menunjukkan kartu vaksin diatur untuk:
- Penumpang di bawah usia 12 tahun
- Penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Adapun sebagai pengganti kartu vaksin, diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19. (*)