KADISHUB TANGGAPI DINGIN TUDINGAN KETUA PHRI NTB

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh Faozal, tanggapi dingin tudingan Ketua PHRI
KADISHUB TANGGAPI DINGIN TUDINGAN KETUA PHRI NTB
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh. Faozal (istimewa)

JAKARTA, kataberita.net - Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh Faozal, tanggapi dingin tudingan Ketua PHRI, Ni Ketut Wolini. Perihal kebenaran tudingan itu, Faozal juga meminta beberapa pihak mengecek ke organisasi Organda, tentang pokok-pokok pembicaraan dalam pertemuan, Senin siang (25/10) di Kantor Dinas Perhubungan NTB.

Tanggapan dingin Faozal, disampaikan kepada sejumlah pers di Jakarta melalui pesan singkat whatsapp. Dalam pesan singkatnya Faozal mengatakan keterlibatan pihak management hotel dalam rapat tersebut untuk membahas uji petik kebutuhan transportasi jelang event World Superbike (WSBK).

Petikan statemennya dalam pesan singkat tersebut, Faozal mengatakan. “Apa yang di bahas kemarin adalah uji petik untuk beberapa hotel terkait skenario lalu lintas di beberapa hotel. Sehingga bisa di sepakati berapa kebutuhan moda transportasi di saat event WSBK.  Silahkan di tanya teman-teman managemen hotel yang hadir apa yang dibahas. Atau tanya ke Ketua Organda saja,” sebut Faozal melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan Pelopor.id.

Sebelumnya, Ketua PHRI, Ni Ketut Wolini, mengaku terganggu atas sikap Faozal yang mengundang 20 management hotel anggota PHRI NTB. Undangan tersebut dilakukan tidak melalui organisasi induk, PHRI. Anggota PHRI yang lain jadi bertanya-tanya. Anehnya, undangan ke 20 managemen hotel itu dilakukan bersamaan dengan undangan Dinas Pariwisata NTB membahas strategi sukseskan WSBK bersama asosiasi travel agent dan PHRI.

Atas kecurigaan itu, PHRI mencium ada gelagat tidak baik Kadishub, Faozal atas program dan event pariwisata NTB. Menurut Wolini, seharusnya Faozal tidak bersikap seperti itu karena dapat memecah belah anggota PHRI. Bagi Wolini, sah-sah saja mengundang siapapun, termasuk anggota PHRI, tetapi melalui organisasi induk. Tujuannya untuk menghindari kecurigaan anggota PHRI yang lain. Karena anggota PHRI bukan 20 hotel saja.

Dalam pemberitaan media online (25/10) kemarin, Wolini, sempat mendapat laporan. Rapat yang digelar di kantor Dinas Perhubungan NTB, sosialisasi tentang shuttle bus. (*)