KEMENKOMINFOTIK LATIH 10 RIBU TALENTA MUDA HADAPI INDUSTRI 4.0

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfotik) RI, siapkan 10 ribu talenta muda hadapi era industri 4.0.
KEMENKOMINFOTIK LATIH 10 RIBU TALENTA MUDA HADAPI INDUSTRI 4.0
Kepala BPPSDM Kemenkominfotik RI, Hery Budiarto

MATARAM, kataberita.net - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfotik) RI, siapkan 10 ribu talenta muda hadapi era industri 4.0. Mereka akan dibekali pelatihan akselerasi percepatan transformasi digital, agar lebih siap menghadapi dunia industri digital. Khusus NTB, pelatihan akan difokuskan bagi tamatan SMA/SMK, dan lulusan Perguruan Tinggi (PT) di Lombok Tengah.

Pelatihan akselerasi percepatan transformasi digital perintah Presiden RI, Joko Widodo, bekerjasama dengan Digital Talent Partnership. Program ini merupakan satu dari empat program Jokowi yaitu infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital dan masyarakat digital. "Nah garapan kami sekarang ini adalah bagian dari program masyarakat digital," tegas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Hery Budiarto, Senin (24/10) di aula Universitas Teknologi Mataram-NTB.

Secara nasional, lanjut Hery, akan melahirkan 220 ribu talenta digital Indonesia. Tersebar di 25 kabupaten/kota dari 500 kabupaten/kota di Indonesia. Masing-masing kabupaten/kota berjumlah 10 ribu. Khusus NTB, 10 ribu calon talenta digital diambil dari lulusan SMA/SMK dan lulusan PT di Lombok Tengah dan sekitarnya.

"Di seluruh NTB, yang sudah daftar sebanyak 1.174 orang. Jika dibandingkan dengan daerah lain di atas 10 ribu. Jadi masih sedikit sekali," sesal Hery memberi informasi.

Rektor Universitas Teknologi, Lalu Darmawan

Syarat menjadi bagian program ini adalah daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal), daerah destinasi super prioritas, dan yang memiliki rencana pembentukan smart city. Jika lulusan SMA/SMK tidak mengambil jatah (mendaftar, red) peluangnya akan tertutup. Jatah lulusan SMA/SMK akan diambil lulusan Perguruan Tinggi.

Data yang dikantongi Kemenkominfotik, tercatat 1,8 juta lulusan SMA/SMK kini menganggur. 3,5 juta lainnya pengangguran dari kalangan lulusan PT. Tingginya pengangguran lulusan PT, karena kompetensinya masih kurang di bidangnya. "Agar peluang tidak hilang, saya sarankan cepat mendaftar. Jangan sia-siakan peluang ini. Belum terlambat kok...," ungkap Hery memberi motivasi.

Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Teknologi, Lalu Darmawan, menilai program pemerintah ini sangat luar biasa. Generasi muda Lombok harus mengambil peluang ini secepatnya. "Nanti semua akan jadi lebih mudah. Sarana digital bisa diperoleh lebih mudah, bisa belajar mandiri, konten belajar disiapkan, ikut ujian mandiri dan setelah lulus dikasi sertifikat," pungkas Lalu Darmawan. (*)