MENANGKAP PELUANG USAHA DI ARENA SIRKUIT MANDALIKA JELANG WSBK

Banyak peluang usaha yang bisa ditangkap masyarakat Lombok untuk level menengah ke bawah.
MENANGKAP PELUANG USAHA DI ARENA SIRKUIT MANDALIKA JELANG WSBK
Wisatawan asing asal Belanda, menikmati sensasi kegiatan UMKM di desa wisata

MANDALIKA, kataberita.net - Kurang tiga pekan lagi, perhelatan event World Superbike (WSBK), akan tersaji di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika-Lombok Tengah, NTB. Banyak peluang usaha yang bisa ditangkap masyarakat Lombok untuk level menengah ke bawah.

Project Dirctor WSBK, Ahmad Husein, sejak awal sudah wanti-wanti, bahwa impact (dampak) event akbar olahraga otomotif ini, harus banyak dinikmati masyarakat Lombok. Husein menyadari, perhelatan World Superbike 19-21 Nopember 2021 mendatang, awal penyelenggaraan event di sirkuit Mandalika. Perjalanan dan peluang usaha masyarakat Lombok-Sumbawa masih terbuka lebar hingga 10 tahun mendatang.

"Saya setuju, impact event WSBK ini harusnya banyak dinikmati masyarakat NTB (Lombok-Sumbawa). Banyak usaha masyarakat yang akan diuntungkan. Namun perlu kita ingat, ini baru awal dan merupakan sesi akhir World Superbike. Kita masih punya kontrak hingga 10 tahun ke depan," ujar Husein, dalam rapat membahas penjualan tiket di Kantor Dinas Pariwisata NTB' baru-baru ini.

Pihak MGPA maupun ITDC, bersama pemerintah pusat dan daerah, menegaskan, kehadiran Sirkuit Mandalika, dapat menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya NTB . Pemulihan pariwisata nasional dan pembangunan nasional lebih luas.

Peluang usaha akan banyak tersaji jelang event WSBK. Menurut Husein, kunci utama pencapaian tujuan akhir itu adalah bagaimana mensukseskan event olahraga ini berjalan lancar. "Keuntungannya bisa dinikmati banyak kalangan bisnis, hotel, restaurant, bisnis tourism, kuliner, UMKM dan usaha masyarakat lainnya.
Banyak peluang usaha, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, jelang dihelatnya event World Superbike nanti," tegas Husein.

Jika seluruh tiket terjual, sekitar 25 ribu penonton akan hadir di Lombok. Lombok Tengah khususnya, akan menjadi lautan manusia. Tidak saja dari kalangan mereka yang 'berkantong tebal'. Tapi hampir di semua level tingkatan ekonomi masyarakat akan hadir.

"Di sinilah, peluang usaha itu akan terbuka lebar. Khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Masyarakat NTB harus kreatif melihat dan menangkap peluang usaha yang ada," ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi.

Selain berpeluang melahirkan usaha baru, lanjut Yusron, usaha lain seperti kuliner, cendramata (souvenir) dan asesoris WSBK cukup berpeluang memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Peluang usaha lain juga tersaji untuk mereka yang bergerak di usaha jasa. Transportasi, homestay, dan perhotelan. (*)