PANDEMI MENGGILA, MAL DIOBRAL

Guncangan ekonomi akibat pandemi di Indonesia, berdampak terhadap ditutupnya pusat-pusat perbelanjaan (mal).
PANDEMI MENGGILA, MAL DIOBRAL
Salah satu mal terkenal di Jakarta

JAKARTA, kataberita.net - Hampir dua tahun pandemi covid-19 'menggila', di hampir semua negara di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Efek paling parah, ekonomi dunia terguncang. Guncangan ekonomi akibat pandemi di Indonesia, berdampak terhadap ditutupnya pusat-pusat perbelanjaan (mal).

Mal sampai toko ritel dan pusat perbelanjaan lainnya, satu demi satu rontok. Bahkan, tak sedikit pemilik mal yang terpaksa menjual murah (obral) asetnya di masa pandemi. Di obralnya pasar modern dan ritel ini, oleh pengamat ekonomi menduga karena tidak kuat diterpa pandemi hampir dua tahun belakangan.

CNBC Indonesia melansir, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengungkapkan, banyak ritel yang angkat kaki dari mal, namun penggantinya tidak ada.

Mal-mal besar seperti Giant, Ramayana hingga Matahari harus tutup. Kondisi ini menjadi bukti bahwa perusahaan besar pun bisa terpuruk dan akhirnya tutup. "Keluar masuk penyewaan pusat perbelanjaan itu hal biasa karena ada masa sewa berakhir, ada yang nggak melanjutkan jadi normal. Yang jadi masalah bedanya saat normal banyak pengganti jadi ada yang keluar, pengganti cepat, sekarang nggak ada penggantinya," kata Alphonsus di Jakarta baru-baru ini.


Dalam kondisi normal, banyak ritel, berani membayar mahal demi mendapatkan slot di pusat perbelanjaan. Kini, justru sebaliknya, ketika ada diskon sewa tenant pun para ritel berpikir berkali-kali sebelum membuka gerai.

Upaya menutup tenant ternyata menjadi strategi bagi perusahaan untuk bertahan. Matahari Department Store (lppf) menjadi salah satu yang melakukannya. Teranyar, LPPF menutup gerai yang ada di Bogor. Direktur Independen LPPF, Miranti Hadisusilo membenarkan kabar itu.

"Iya benar, penutupan gerai di Bogor masuk dalam rencana penutupan 13 gerai Matahari di tahun ini," ujar Miranti, saat dikonfirmasi CNBC Indonesia.

Miranti mengatakan, penutupan empat gerai ini sejalan dengan rencana perseroan menutup 13 gerai di tahun ini. "Tahun ini sudah ditutup 4 gerai. Iya benar, penutupan gerai di Bogor masuk dalam rencana penutupan 13 gerai Matahari di tahun ini," sebutnya.

Selain Matahari, Seluruh gerai Giant resmi tutup per akhir Juli 2021 artinya tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi setelah 31 Juli 2021. Pihak manajemen, yakni PT Hero Supermarket Tbk (HERO) sudah mengumumkan sejak akhir Mei lalu.

Tidak ketinggalan, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. sempat menutup sementara sebanyak 13 gerai karena penurunan penjualan akibat pandemi Covid-19. Aksi ini dilakukan sejak akhir Maret 2020 lalu.