SYARAT UTAMA PERHELATAN WSBK TUNTAS, TAPI MASIH ADA YANG KURANG

Kesiapan MGPA dan ITDC selaku penyedia arena hampir rampung. Namun, satu hal masih menjadi catatan kekurangan penyelenggara.

SYARAT UTAMA PERHELATAN WSBK TUNTAS, TAPI MASIH ADA YANG KURANG
Salah satu sudut Pertamina Mandalika International Street Circuit

LOMBOK TENGAH, kataberita.net - Point penting sebagai syarat utama perhelatan World Superbike (WSBK) termasuk MotoGP di Pertamina Mandalika Internastional Street Circuit, nyaris tuntas. Ujicoba sudah dilakukan. Ketaatan masyarakat Lombok-Sumbawa terhadap upaya vaksinasi berjalan sesuai harapan Dorna, 'hakim' penyelenggara event. Kesiapan MGPA dan ITDC selaku penyedia arena hampir rampung. Namun, satu hal masih menjadi catatan kekurangan penyelenggara.

"Kami kebagian apa? Hanya kebagian eforia saja? Jangan sampai event WSBK dan MotoGP hanya sekedar kebahagiaan semu. Kami hanya jadi penonton di luar arena. Dari penjualan tiket saja kami tidak kebagian jatah," keluh pemilik salah satu usaha travel agent, Rosa.

UMKM, lanjut Rosa, pengelola homestay, travel agent bahkan pengelola desa wisata atau destinasi, belum mendapat kepastian. Kesannya seperti tidak punya peran apapun. "Travel agent tidak sekedar menjual tiket. Kami menuntut karena kami include dengan siatem transportasi, usaha kuliner, toko oleh-oleh dan industri penyedia jasa penginapan. Setidaknya pembagian rejeki dari event akbar ini bisa menyentuh semua lapisan masyarakat," jelas Rosa lebih lanjut.

Upaya ujicoba keramaian, sudah dilakukan melalui ajang HK Endurance Challenge. Kepatuhan masyarakat Lombok-Sumbawa juga sudah terbukti dengan tingkat kepatuhan vaksin mencapai 75 persen. Penyebaran virus covid-19 juag terus ditekan. Hampir sepekan setelah HKEC digelar, tidak terjadi peningkatan kasus covid-19 secara drastis.

"Ini menjadi bukti, kami siap menyambut event akbar ini. Kami berharap ada imbal balik dari kepatuhan kami," tukas Juniarta, pengelola biro perjalanan lokal Lombok, Jum'at (22/10).

Tidak dipungkiri Juniarta, Lombok akan diramaikan wisatawan jelang perhelatan sejumlah event akbar. Yang disesali pria asal Lombok Tengah ini, seberapa besar manfaat yang bisa diperoleh kalangan menengah ke bawah.

Kekhawatiran Gubernur Bali, I Wayan Koster, baru disadari masyarakat Lombok Sumbawa. Seperti dilansir sejumlah media nasional beberapa waktu lalu, Koster menjadi pesimis dengan dunia pariwisata. Alasan Koster, pariwisata hanya bisa dinikmati pemodal besar. Tak ayal lagi, Koster meyakinkan diri, Bali akan ber-transformasi mengubah pembangunan ekonominya. (*)