WADA TEGAS TERAPKAN SANKSI, KARENA BUKTI ENAM JENIS DOPING INI

Berikut jenis doping atau zat terlarang yang berhasil diungkap WADA dalam berbagai event internasional.

WADA TEGAS TERAPKAN SANKSI, KARENA BUKTI ENAM JENIS DOPING INI
Salah satu jenia doping yang berhasil diungkap WADA

JAKARTA, kataberita.net - Organisasi Badan Antidoping Dunia (WADA), sangat tegas dan keras memberi sanksi atlet terlibat skandal doping. Sanksi terendah hingga menerapkan hukum larangan bermain seumur hidup bisa saja dijatuhkan. Tegasnya, sanksi tidak saja dijatuhkan kepada sang atlet, namun berdampak ke induk organisasi olahraga dan negaranya sekalipun. Berikut jenis doping atau zat terlarang yang berhasil diungkap WADA dalam berbagai event internasional.

Doping atau zat terlarang yang biasa dikonsumsi atlet untuk menunjang performanya. Pertama, STEROID. Steroid anabolik adalah obat yang mengandung testosteron. Yaitu hormon yang diproduksi testis pria dan ovarium wanita. Steroid bisa meningkatkan ukuran dan pertumbuhan otot, serta mempercepat pemulihan pascacedera.

Kedua, BLOOD DOPING. Doping darah bisa dengan cara autologous, yakni transfusi darah sendiri dari darah yang telah disimpan atau dibekukan. Ada juga dengan homolog, yakni transfusi darah dari orang lain dengan golongan darah sama.

Ketiga, INSULIN. Insulin berfungsi meningkatkan penyerapan glukosa dalam otot. Juga membantu pembentukan dan penyimpanan glikogen otot. Doping ini biasanya digunakan atlet saat menghadapi kompetisi cabang olahraga yang butuh daya tahan tinggi.

Keempat, DIURETIK. Diuretik berfungsi menyamarkan deteksi zat doping terlarang lainnya. Obat ini juga berguna untuk menurunkan berat badan di cabang olahraga tertentu. Jenis diuretik yang sering digunakan adalah furosemide, bendroflumethiazide dan metolazone.

Kelima, ERITROPOIETIN (EPO). Sebenarya Eritropoietin adalah hormon peptida yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia. Jenis doping eritropoietin ini, dilakukan dengan cara disuntik. Penyuntikan EPO bertujuan meningkatkan konsentrasi sel darah merah dan kapasitas aerobik atlet.

Keenam, CERA. CERA istilah untuk menyebut Continuous Erythropoiesis Receptor Activator. CERA merupakan turunan generasi ketiga dari EPO. CERA biasanya dipakai untuk meningkatkan kapasitas pembawa oksigen demi meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan. (*)