APA KABAR BEASISWA BIDIKMISI, ADA YANG BELUM KEMBALIKAN?

Ombudsman kemudian meminta sejumlah kampus swasta, kembali merujuk petunjuk teknis (juknis)
APA KABAR BEASISWA BIDIKMISI, ADA YANG BELUM KEMBALIKAN?

MATARAM, kataberita.net - Ombudsman terus bekerja, menelusuri jejak dugaan penyalahgunaan beasiswa bidikmisi. Beasiswa bagi mahasiswa terdampak gempa Lombok di NTB ini dianggap bermasalah. Ombudsman kemudian meminta sejumlah kampus swasta, kembali merujuk petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan Dirjen Dikti Kemendiknas RI. Lalu, apa kabarnya kini?

Beberapa Perguruan Tinggi Swasta, dianggap 'sunat' hak beasiswa mahasiswa sudah kembali ke jalur sesuai juknis. Terakhir, pengakuan Rektor Universitas Muhamadiyah (UMMAD) Mataram, H.M Arsyad, juga menjadi terperiksa. Kampus penerima manfaat beasiswa bidikmisi terbanyak di NTB ini, juga dinyatakan bermasalah. Dan sedang berkoordinasi dengan unsur internal kampus, menyelesaikan persoalan ini.

"Oleh ombudsman kami dianggap salah. Dianggap sebagai temuan. Dan kami harus kembalikan. Walaupun harus mencicil. Tapi....kami harus bicarakan ini dulu karena rektor tidak bisa memutuskan sendiri," ungkap H.M Arsyad saat dihubungi kataberita.net beberapa waktu yang lalu.


Sejauh ini, belum diperoleh informasi tentang metode pengembalian hak mahasiswa itu. Pihak Ombudsman, Sahabudin, saat dihubungi beberapa waktu lalu, menyatakan belum mendapat konfirmasi perihal sistem pengembalian hak mahasiswa itu. "Kita belum dapat jawaban resminya," kata Sahabudin singkat.

Sementara itu, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terlebih dahulu dipanggil ombudsman, langsung merespon untuk mengembalikan hak mahasiswa. Walaupun beberapa kampus merasa dirugikan dengan kebijakan Dirjen Dikti terkait penerima beasiswa bidikmisi, namun tetap berkomitmen mengembalikannya.

"UMMAD sebagai penerima manfaat beasiswa bidikmisi paling banyak, harus bisa mengikuti jejak kampus lainnya. Jika tidak, tentu dapat mengundang kecemburuan sosial," ujar pengamat pendidikan, Tantri Lestari di Jakarta.

Beasiswa bidikmisi diperuntukkan bagi calon mahasiswa kirban gempa Lombok di berbagai perguruan tinggi di NTB. Nilai beasiswa yang diberikan mencapai Rp. 4,2 juta per semester. Sayangnya, dari kuota yang dijanjikan Dirjen Dikti tidak sesuai dengan yang dijanjikan ke masing-masing perguruan tinggi. Kemudian inisitif mahasiswa penerima beasiswa ingin berbagi dengan cara mensubsidi temannya yang tidak menerima manfaat. Namun, tetap dinilai salah. (*)