ARAH KEBIJAKAN CALENDER OF EVENT LOMBOK SUMBAWA 2022

Lantas, kemana arah kebijakan program-program pariwisata NTB?
ARAH KEBIJAKAN CALENDER OF EVENT LOMBOK SUMBAWA 2022
Sport Event di Sirkuit Mandalika yang sempat mencuri perhatian dunia

MATARAM, kataberita.net - Tidak lama lagi, masyarakat dunia akan memasuki awal tahun 2022. Khusus masyarakat pegiat dan pelaku industri pariwisata Lombok-Sumbawa, memaknai tahun 2022 mendatang sebagai tahun keberuntungan. Tahun kebangkitan dunia pariwisata Lombok-Sumbawa. Lantas, kemana arah kebijakan program-program pariwisata NTB?

"Secara garis besar, arah kebijakan program pariwisata NTB kian jelas. Sirkuit Mandalika yang saat ini menjadi magnet pariwisata Lombok-Sumbawa fokus program kita arahnya ke sport tourism," tegas Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, Kamis (24/11) di Mataram usai menggelar rapat evaluasi event World Superbike (WSBK) 2021.

Event-event olahraga, lanjut Yusron Hadi, tahun 2022 mendatang cukup banyak. Selain event MotoGP yang sudah terjadual banyak side event pendukung road to MotoGP. Ada pre test MotoGp, ada Tambora-Mandalika Enduro, event tahun HKEC Mandalika dan masih banyak lagi. "Lombok Sumbawa kita harapkan bisa menjadi pusat sport tourism yang nantinya akan memperbaiki tingkat kunjungan wisatawan dan perbaikan ekonomi warga," ungkap Yusron penuh harap.

Destinasi wisata di Lombok Tengah, memukau wisatawan

Calender of Event (CoE) 2022 Dinas Pariwisata NTB dijadualkan akan di-launching bertepatan dengan peringatan HUT NTB ke-63 pertengahan Desember mendatang. Launching CoE pariwisata NTB ini akan menjadi start up kegiatan pariwisata ramah pandemi covid-19.

Ancaman covid-19 di sejumlah negara Eropa dan Asia masih menjadi momok menakutkan. Namun, kondisi di tanah air semakin terkendali. Khusus di Lombok Sumbawa, pasca event HKEC dan WSBK, tidak terjadi lonjakan berarti kasus covid-19 atau gelombang tsunami virus mematikan ini.

"Selain sport tourism, kami akan mencoba prioritas kegiatan lain seperti UMKM ekspo atau Ekraf Festival. Dan lainnya, kegiatan- kegiatan seni dan budaya. Fokus-fokus event tahun depan kita harapkan bisa lebih banyak mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara," harap Yusron di hadapan asosiasi pariwisata NTB .


"Jadi kami berharap tidak ada lagi penerapan PPKM level III atau berapa lah. Ini akan membuat masyarakat resah lagi. Kondisi di daerah sudah mendekati normal. Yang penting protokol kesehatan tetap menjadi perhatian kita semua," ujar salah seorang pelaku wisata di Lombok, Juniarta.

Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi, mengingatkan pemangku dan pelaku pariwisata tidak terlena dengan penerapan protokol kesehatan. Namun yang tidak kalah penting adalah tetap melakukan promosi walaupun banyak event internasional yang dapat menyedot perhatian dunia datang ke Lombok-Sumbawa. "Ada baiknya kita coba metode endors. Terutama di event-event internasional yang memiliki koneksi kuat dengan dunia luar," pungkas TR. (*)