Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

JOKOWI : JAGA INVESTASI YANG SUDAH ADA...YANG SEDANG BERPROSES

"Jaga investasi....jaga investasi yang sudah ada, yang sedang berproses maupun yang baru datang. Jaga....."
JOKOWI : JAGA INVESTASI YANG SUDAH ADA...YANG SEDANG BERPROSES
Investasi usaha restaurant di kawasan Ekas yang sempat terganggu ulah oknum warga

JAKARTA, kataberita.net - Presiden RI, Joko Widodo, sangat geram dengan kegaduhan yang mengganggu investasi di tanah air. Jokowi memberi perintah Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dan jajarannya agar menjaga iklim investasi tetap aman. Baik investasi yang sudah ada maupun yang sedang berproses.

"Jaga investasi....jaga investasi yang sudah ada, yang sedang berproses maupun yang baru datang. Jaga....." tegas Jokowi dalam arahannya di Badung-Bali. Jum'at, 3 Desember 2021.

Investasi di Indonesia tumbuh signifikan sejak Jokowi menjadi orang nomer satu di tanah air. Target investasi tahun 2021 ini diharapkan mencapai Rp. 900 triliun. Bukti keseriusan Jokowi mendukung pembangunan bidang investasi, tanpak dari dukungan pembangunan infrastruktur yang merata. Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas pemerintah Jokowi dalam usaha pembangunan ekonomi masyarakat. Pembangunan infrastruktur menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menciptakan iklim investasi yang sehat dan aman.

"Investasi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Jika investasi terganggu, pertumbuhan ekonomi juga bisa terganggu. Tahun 2022 target investasi kita 1.200 triliun rupiah," katanya.

Jokowi memberi statemen keras bagi pengganggu investasi di tanah air. Melalui Kapolri Sigit, Jokowi menekankan pentingnya menjaga keamanan iklim investasi. Terlebih investasi di daerah pariwisata, Bali misalnya. Bahkan Jokowi berencana membentuk kapolda investasi di daerah rawan gangguan investasi.


Lombok, dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika-nya, rawan gangguan investasi. Nilai investasi di Mandalika-Lombok Tengah sangat besar. Jika iklim investasi di daerah ini terganggu, akan berdampak pada bidang lain. Baik tren pertumbuhan ekonomi, keamanan dan dapat merusak kepercayaan investor menanamkan investasinya di Indonesia.

Kunci pertumbuhan ekononi ada di bidanag usaha dan investasi, bukan anggaran negara. 85 persen perputaran uang di tanah air terdapat di bidang usaha dan BUMN. "Sekali lagi saya minta kepolisian dan jajarannya sampai daerah, jaga investasi. Kawal realisasi investasi di daerah-daerah," pinta Jokowi. (*)

Posting Komentar

© Kata Berita. All rights reserved. Developed by Jago Desain