Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

PEDULI KORBAN BANJIR, WARGA SANDIK PERMAI GALANG BANTUAN SWADAYA

Penyaluran bantuan warga terdampak banjir, dilakukan untuk meringankan beban sementara, warga yang kesulitan air bersih dan kebutuhan pokok.
PEDULI KORBAN BANJIR, WARGA SANDIK PERMAI GALANG BANTUAN SWADAYA
Aktivitas warga BTN Sandik Permai galang bantuan untuk warga terdampak banjir Sandik

SANDIK, kataberita.net - Prihatin dengan kondisi korban banjir di desa terdampak, warga BTN Sandik Permai galang bantuan secara swadaya. Penyaluran bantuan warga terdampak banjir, dilakukan untuk meringankan beban sementara, warga yang kesulitan air bersih dan kebutuhan pokok.

"Kami terpanggil untuk bergerak, mengumpulkan bantuan secara swadaya untuk membantu warga terdampak. Meski nilainya tidak terlalu besar, namun cukup untuk mengatasi kesulitan warga sementara waktu. Khususnya kampung di sekitar komplek kami," ujar koordinator pengumpulan bantuan, Irawan, Senin malam, 6 Desember 2021.

Bantuan warga terdampak diserahkan ke Dusun Perempung dan Dusun Dawung, berupa air mineral dan bahan kebutuhan pikok. Bantuan yang diserahkan warga BTN Sandik Permai ini, menurut Irawan, diharapkan bisa meringankan beban sementara warga.

Dusun di sekitar BTN Sandik Permai terdampak banjir, meliputi Dusun Aremanis, Dawung, Perempung, Sandik Atas dan sekitarnya. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Akibatnya warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka dari pagi hingga malam hari. Bahkan, sebagian warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka masih terendam banjir.

Distribusi bantuan ke warga terdampak banjir di Dusun Perempung, air mineral dan mie instan

"Kami prihatin melihat tetangga kampung kami terdampak banjir. Alhamdulillah, kami masih cukup aman meski komplek kami dikepung banjir. Kami masih bisa beraktivitas dan bisa mengumpulkan sedikit bantuan untuk warga terdampak," imbuh Irawan lega.

Senada dengan Irawan, warga Sandik Permai, Ifan, berharap pemerintah daerah mendistrubusikan bantuan bagi warga terdampak secara merata. Termasuk, perhatian pemerintah untuk kesehatan warga. Pasca banjir, penyakit kulit dan diare, khususnya di kalangan anak-anak menjadi ancaman berikutnya.

"Tidak saja kebutuhan pokok dan lokasi pengungsian, ancaman penyakit kulit dan diare perlu di antisipasi pemerintah. Kami hanya mengingatkan, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi kesulitan warga," pungkas Irfan penuh harap. (*)

Posting Komentar

© Kata Berita. All rights reserved. Developed by Jago Desain